Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Agustus 2020 | 05.33 WIB

Sandiaga Uno Beber Strategi Hadapi Resesi, Salah Satunya Silaturahmi

istimewa - Image

istimewa

JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memprediksi, Indonesia dalam waktu dekat ini bakal menghadapi resesi ekonomi setelah dihantam pandemi Covid-19. Apalagi di kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -5,32 persen.

“Saya melihat memang pada kuartal kedua kita terkontraksi -5,32 persen, berarti kita ada di teritori negatif,” kata Sandi Uno dalam keterangan tertulisnya pada Jawapos.com, di Jakarta, Minggu (16/8).

Karena itu, dalam kondisi ini mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu mengusulkan sejumlah strategi kepada pemerintah. Tujuannya agar pada kuartal ketiga Indonesia bisa bertahan dan ekonomi kembali bergerak dengan baik.

“Pertama, saya melihat bahwa kuncinya penyelamatan ekonomi keluarga maupun penyelamatan ekonomi UMKM (usaha kecil dan menengah). Kita memiliki beberapa program yang sudah harus kita dorong untuk wujudkan realisasi untuk UMKM. Fokusnya di pengelolaan keuangan yang tepat,” ujar Sandi.


Sementara yang kedua, lanjut Sandi, masyarakat harus mulai beradaptasi dengan keadaan terkini dan realita baru dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Ketiga, untuk bisa survive dan bisa bertahan dengan masyarakat bisa memanfaatkan kekuatan jejaring silaturahmi.

“Jika tiga skenario itu bisa diwujudkan, maka resesi yang selama ini ditakuti oleh para pebisnis ataupun masyarakat bisa berubah menjadi satu peluang dalam membangkitkan ekonomi ekonomi kita,” bebernya.

Lebih lanjut, pendiri OKE OCE ini pun mendorong pemerintah dapat segera mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi untuk menghindari resesi tersebut, terutama kepada UMKM, sehingga kegiatan ekonomi kembali berjalan. Sebab, perusahaan-perusahaan konglomerasi memainkan peranan yang penting. Namun, harus diingat, UMKM adalah pencipta 97 persen lapangan pekerjaan.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=buiYGvpbX1g

"Pada saat kondisi saat ini, kita melihat banyak sekali anggota masyarakat saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan. Begitu mereka kehilangan pekerjaan, mereka kehilangan mata pencaharian dan penghasilan juga langsung turun secara drastis,” tuturnya.

Harapannya, dengan mengutamakan sektor UMKM, maka secara otomatis akan tercipta lapangan kerja. Karena menurut Sandi, UMKM berpeluang menciptakan 97 persen lapangan pekerjaan. Selain itu, sektor koperasi dan sektor industri padat karya juga harus difokuskan karena pada sektor-sektor itulah sebenarnya yang menopang ekonomi dan konsumsi.

“Saya semakin yakin, kita bisa mengatasi krisi ekonomi, terutama di beberapa bulan ke depan yang kita harus antisipasi sebagai masa-masa yang akan strategis dan kritis,” kata Sandi.

Sementara untuk perusahaan dan UMKM, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyarankan agar mereka memperhatikan pengelolaan keuangannya agar betul-betul tepat di tengah pandemi ini.

“Harus juga berinovasi. Inovasi adalah melakukan hal secara lebih cepat, lebih baik dan lebih murah,” katanya.

Di saat pandemi seperti ini, Sandi meminta agar pelaku usaha memanfaatkan peluang-peluang bisnis di sektor riil yang berkembang saat ini. Seperti sektor pangan, sektor pertanian, dan sektor kesehatan.

"Ada juga sektor lain seperti alternatif energi dan sektor kuliner dan semua yang terkait dengan digital. Itulah kemampuan kita berkreasi, inovasi, bersikap, dan proaktif,” ujarnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore