
ICW merekomendasikan Mantan Ketua Mahkamah Konstitutsi, Mahfud MD sebagai Cawapres Jokowi.
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mematangkan pilihan untuk menentukan figur calon wakil presiden pada Pemilu 2019. Dalam proses pemilihan itu, Jokowi diminta tidak hanya melihat figur secara elektoral, tapi juga memenuhi aspek integritas dan kompetensi.
Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menyampaikan, pada periode 2014-2019, Presiden Jokowi masih memiliki kekurangan dalam isu penegakan hukum.
Untuk menutup celah kekurangan itu, Jokowi disarankan memilih figur yang rekam jejaknya bersih. Bebas pelanggaran hukum khususnya dugaan korupsi.
“Harus diseleksi dari aspek integritas sebab Jokowi kan kurang dalam sisi hukum, maka penting cari calon wakil presiden yang punya kapasitas menutupi itu,” kata Donal saat dihubungi awak media, Senin (16/7).
Donal menyampaikan, akan lebih baik lagi jika Jokowi menyerahkan nama bakal cawapresnya untuk dicek KPK. Tujuannya agar dirinya tak salah memilih orang yang berpotensi tersandera masalah hukum.
“Tidak hanya soal bagaimana nanti di kampanye, tapi soal jalannya pemerintahan itu yang paling penting nantinya. Rekam jejak itu tentu harus jadi pertimbangan,” ungkapnya.
Saat ini, menurut Donal, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dinilai salah satu yang cocok menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi pada Pilpres 2019. "Saya berpikir dan berani untuk mencoba untuk menawarkan nama yang ideal, Profesor Mahfud," ungkapnya.
Dia menilai, Mahfud memenuhi tiga syarat ideal menjadi cawapres, yakni bersih dan negarawan karena pernah menjadi Ketua MK, memiliki visi penegakan hukum dan demokrasi yang kuat, serta konsisten karena merupakan Guru Besar Hukum. "Jadi Mahfud ini berani melawan mafia hukum dan mafia bisnis," katanya.
Terpisah, pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi menyampaikan Mahfud punya nilai plus. Yakni berpengalaman dalam pemerintahan karena pernah menjadi Menteri Hukum dan Perundang-Undangan, serta Menteri Pertahanan.
Lebih jauh, Airlangga mengungkapkan berdasarkan hasil survei The Initiative Institute pada 10-15 Juli 2018, Mahfud MD juga dianggap lebih layak menjadi cawapres pendamping Jokowi karena dikenal sebagai tokoh Islam dan profesional. Jika didampingi Mahfud, kata Airlangga, Jokowi bisa menangkal isu politik identitas dan SARA.
"Pak Mahfud ini dekat dengan masyarakat Islam, tidak saja Islam moderat tapi semua kelompok," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022