
Ilustrasi. Pemilu 2024. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak delapan partai politik di parlemen secara terbuka menolak wacana penerapan sistem pemilu proporsional tertutup. Delapan parpol tersebut diantaranya Golkar, PKS, PAN, PKB, Demokrat, Nasdem, PPP, Gerindra.
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin, mendukung adanya penolakan dari delapan parpol tersebut. Ia menilai, demokrasi di Indonesia bisa berkembang jika sistem proporsional terbuka terus diterapkan.
"Saya melihatnya iya (kebijakan penolakan tepat), jadi demokrasi itu bisa berkembang bisa maju jika sistemnya itu terbuka," kata Ujang kepada wartawan Jumat (13/1).
Dia juga menganggap, sistem proporsional terbuka bisa menghadirkan kompetisi yang sehat antar calon anggota legislatif (Caleg). Sistem proporsional tertutup, hakikatnya akan merugikan masyarakat dalam menentukan wakilnya di parlemen.
"Bisa berpacu untuk bisa menang dengan suara terbanyak, nah jadi dengan itulah mereka bisa dilantik jadi anggota DPR," ucap Ujang.
Sebab, jika sistem proporsional tertutup diterapkan, anggota DPR hanya dipilih oleh ketum partai tanpa proses demokrasi. Hal tentunya sangat merugikan masyarakat sebagai pemilih.
"Sedangkan dengan sistem tertutup, ya anggota DPR yang terpilih itu orang-orang yang diem tidak bergerak yang dipilih oleh ketum partai kan seperti itu," tegas Ujang.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebelumnya menegaskan, pihaknya bersama tujuh parpol di parlemen tetap mendukung sistem pemilu proporsional terbuka. Hal ini tentunya untuk menjaga kemajuan demokrasi.
Lewat sistem proporsional tertutup, masyarakat tak memilih langsung wakilnya di DPR dan DPRD. Masyarakat hanya mencoblos parpol dalam pemilu. Nantinya, parpol yang akan menunjuk kadernya untuk duduk di DPR dan DPRD sesuai perolehan suara mereka.
Dia menilai sistem pemilu proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi demokras "Kami menolak proporsional tertutup dan memiliki komitmen untuk menjaga kemajuan demokrasi di Indonesia yang telah dijalankan sejak era reformasi,” tegas Airlangga di Jakarta, Minggu (8/1).

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
