JawaPos Radar

Ribuan Mahasiswa UIR Desak Jokowi Mundur, Sandiaga Uno Pilih Bungkam

11/09/2018, 16:45 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sandiaga Uno
Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memilih bungkam dan tak mau berkomentar terkait aksi ribuan mahasiswa UIR yang menuntut Jokowi mundur. (Yessika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya. Permintaan ini disuarakan pada aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau, Senin (10/9).

Menanggapi itu Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Sandiaga Salahuddin Uno enggan berkomentar sedikitpun. Ia memilih mengabaikan hal itu dan tak mau menanggapinya.

Demo Mahasiswa UIR
Ribuan mahasiswa dari BEM UIR menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau, pada Senin (10/9), menuntut Presiden Jokowi untuk diturunkan. (Virda Elisya/JawaPos.com)

"Saya enggak berkomentar (soal itu)," ujar Sandi di Ancol Beach Mall, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (11/9).

Bungkamnya Sandi bukan tanpa alasan, ia hanya menghindari hal-hal yang dapat menjadi kontroversi. Sebab ia mengharapkan marwah demokrasi bisa tetap dijaga.

Diketahui, demonstrasi mahasiswa UIR sendiri berlangsung cukup ramai. Peserta diperkirakan mencapai 3.000 orang. Mereka mengenakan almamater berwarna biru tua itu, tiba di gedung rakyat sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka datang dengan spanduk besar berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah. Selain itu, mereka membawa boneka pocong dengan foto Jokowi.

Setibanya di depan gerbang kantor DPRD Riau, massa aksi sudah ditunggu oleh aparat kepolisian yang berjaga. Namun, aparat tak bisa berbuat apa-apa saat massa memaksa masuk ke halaman DPRD.

Setelag berhasil meringsek masuk, massa mengantungkan pocong itu di sebuah tiang di kantor DPRD Riau. Sementara Bendera Merah Putih mereka turunkan setengah tiang. Tampak pocong tersebut tergantung di tiang itu. Sekitar 15 menit di luar gedung, mereka memaksa masuk ke dalam gedung.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan polisi dan Satpol PP. Meski begitu, massa berhasil masuk ke dalam gedung sambil membawa serta pocong Jokowi ke dalam gedung rapat paripurna.

Koordinator Lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, selain meminta Jokowi mundur, ada tiga tuntutan lain yang mereka suarakan pada sore ini.

"Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1," ujarnya, Senin (10/9).

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up