JawaPos Radar

Jokowi Didesak Mundur Jadi Presiden, Ini Reaksi PDIP

11/09/2018, 19:55 WIB | Editor: Kuswandi
Mahasiswa demo
Ribuan mahasiswa dari BEM UIR menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau, pada Senin (10/9), menuntut Presiden Jokowi untuk diturunkan. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dituntut mundur dari jabatannya oleh ribuan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR). Bahkan para mahasiswa ini berhasil masuk ke Kantor DPRD Riau.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arya Bima mengatakan, unjuk rasa mahasiswa adalah sesuatu yang wajar. Dirinya juga saat menjadi mahasiwa juga aktif melakukan unjuk rasa. "Mahasiswa demo itu kan biasa," ujar Arya Bima di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Selasa (11/9).

Namun apa yang diunjuk rasa harus jelas. Jangan sampai ada kepentingan politik di belakangnya. Atau ada oknum yang menungganginya. Sehingga mahasiswa bisa menjadi agen perubahan.

"Di situlah letak gerakan mahasiswa menjadi agen perubahan karena kelebihan daya nalarnya," katanya.

Sehingga apa yang disuarakan oleh mahasiswa benar-benar murni tanpa oknum atau pihak yang menungganginya. Semuanya bergerak atas hati nurani. "Yang bergerak adalah nurani dan akal sehat, untuk tidak sekadar reaktif," pungkasnya.

Diketahui, demonstrasi mahasiswa UIR sendiri berlangsung cukup ramai. Peserta diperkirakan mencapai 3.000 orang. Mereka mengenakan almamater berwarna biru tua itu, tiba di gedung rakyat sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka datang dengan spanduk besar berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah. Selain itu, mereka membawa boneka pocong dengan foto Jokowi.

Setibanya di depan gerbang kantor DPRD Riau, massa aksi sudah ditunggu oleh aparat kepolisian yang berjaga. Namun, aparat tak bisa berbuat apa-apa saat massa memaksa masuk ke halaman DPRD.

Setelah berhasil meringsek masuk, massa mengantungkan pocong itu di sebuah tiang di kantor DPRD Riau. Sementara Bendera Merah Putih mereka turunkan setengah tiang. Tampak pocong tersebut tergantung di tiang itu. Sekitar 15 menit di luar gedung, mereka memaksa masuk ke dalam gedung.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan polisi dan Satpol PP. Meski begitu, massa berhasil masuk ke dalam gedung sambil membawa serta pocong Jokowi ke dalam gedung rapat paripurna.

Koordinator Lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, selain meminta Jokowi mundur, ada tiga tuntutan lain yang mereka suarakan pada sore ini.

"Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1," ujarnya, Senin (10/9).‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up