Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Juli 2018 | 20.54 WIB

Gerindra Tidak Yakin Ada Tiga Poros Koalisi di Pilpres 2019

Gerindra masih bersikukuh mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 - Image

Gerindra masih bersikukuh mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019

JawaPos.com – Pendaftaran calon untuk presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 2019 tinggal sebulan lagi. Dinamika untuk mencari pasangan terbaik yang akan didaftarkan partai politik makin menarik. Termasuk, makin santernya isu bakal muncul tiga poros koalisi yang berdampak pada didaftarkannya tiga pasangan capres dan cawapres.


Satu nama yang sudah pasti maju sebagai capres adalah Joko Widodo (Jokowi). Lantas, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang masih kukuh mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres. Nama terakhir yang makin santer disebut ikut pertarungan adalah Anies Baswedan melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Meski demikian, Gerindra tidak yakin pada Pilpres 2019 bakal ada tiga poros koalisi atau muncul tiga pasangan capres-cawapres. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengaku, poros ketiga bisa terbentuk apabila presidential threshold (PT) 0 persen. Namun, PT masih 20 persen.


"Cuma dalam kondisi sekarang, hampir sulit membangun tiga poros. Kecuali gugatan presidential threshold dimenangkan," ujar Riza Patria di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7).


Itulah alasannya, Riza menyebut perlu ada kerja keras luar biasa untuk mewujudkan tiga poros itu. Dia sendiri cenderung berharap agar gugatan PT diterima dan menjadi 0 persen. Jika PT sudah 0 persen, maka bakal makin banyak kontestan pada Pilpres 2019 nanti.


"Saat ini, prediksi kami (untuk Pilpres 2019) masih 20 presen. Kami berdoa hasil gugatannya bisa dikabulkan sehingga muncul tiga poros atau empat poros," terangnya.


Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Dalam pertemuan itu, kedua partai itu mengakui perlu ada formula jitu untuk melawan Jokowi. Salah satu caranya dengan membentuk tiga poros supaya keinginan partai politik bisa terakomodasi.


Menurut Sohibul, adanya dua poros penantang Jokowi ‎bisa saja terwujud. Misalnya, nanti ada Gerindra dan PKS yang resmi berkoalisi. Kemudian, poros lainnya adalah Partai Demokrat, PAN, dan PKB. "Sehingga, nanti bisa ada dua putaran pilpres," katanya.


Skenario itu bakal mirip dengan Pilgub DKI Jakarta yang ada tiga pasangan calon. Sohibul yakin strategi itu bisa dipakai untuk Pilpres 2019 juga. Jika rencana pecah suara ala Pilgub DKI Jakarta yang memenangkan Anies Baswedan berhasil, saat ada putaran kedua partai-partai lainnya bisa bergabung ke PKS untuk head to head pada Pilpres 2019.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore