
Gerindra masih bersikukuh mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019
JawaPos.com – Pendaftaran calon untuk presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 2019 tinggal sebulan lagi. Dinamika untuk mencari pasangan terbaik yang akan didaftarkan partai politik makin menarik. Termasuk, makin santernya isu bakal muncul tiga poros koalisi yang berdampak pada didaftarkannya tiga pasangan capres dan cawapres.
Satu nama yang sudah pasti maju sebagai capres adalah Joko Widodo (Jokowi). Lantas, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang masih kukuh mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres. Nama terakhir yang makin santer disebut ikut pertarungan adalah Anies Baswedan melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Meski demikian, Gerindra tidak yakin pada Pilpres 2019 bakal ada tiga poros koalisi atau muncul tiga pasangan capres-cawapres. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengaku, poros ketiga bisa terbentuk apabila presidential threshold (PT) 0 persen. Namun, PT masih 20 persen.
"Cuma dalam kondisi sekarang, hampir sulit membangun tiga poros. Kecuali gugatan presidential threshold dimenangkan," ujar Riza Patria di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7).
Itulah alasannya, Riza menyebut perlu ada kerja keras luar biasa untuk mewujudkan tiga poros itu. Dia sendiri cenderung berharap agar gugatan PT diterima dan menjadi 0 persen. Jika PT sudah 0 persen, maka bakal makin banyak kontestan pada Pilpres 2019 nanti.
"Saat ini, prediksi kami (untuk Pilpres 2019) masih 20 presen. Kami berdoa hasil gugatannya bisa dikabulkan sehingga muncul tiga poros atau empat poros," terangnya.
Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Dalam pertemuan itu, kedua partai itu mengakui perlu ada formula jitu untuk melawan Jokowi. Salah satu caranya dengan membentuk tiga poros supaya keinginan partai politik bisa terakomodasi.
Menurut Sohibul, adanya dua poros penantang Jokowi bisa saja terwujud. Misalnya, nanti ada Gerindra dan PKS yang resmi berkoalisi. Kemudian, poros lainnya adalah Partai Demokrat, PAN, dan PKB. "Sehingga, nanti bisa ada dua putaran pilpres," katanya.
Skenario itu bakal mirip dengan Pilgub DKI Jakarta yang ada tiga pasangan calon. Sohibul yakin strategi itu bisa dipakai untuk Pilpres 2019 juga. Jika rencana pecah suara ala Pilgub DKI Jakarta yang memenangkan Anies Baswedan berhasil, saat ada putaran kedua partai-partai lainnya bisa bergabung ke PKS untuk head to head pada Pilpres 2019.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
