
Presiden Joko Widodo (tengah) saat menyambangi Kantor PT PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Wacanan penambahan masa jabatan Presiden terus menuai polemik. Nasdem mengusulkan tiga periode. Namun, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan satu periode tak lagi lima, tapi tujuh tahun.
Presiden Joko Wododo (Jokowi) pun akhirnya angkat suara mengenai masa jabatan kepala negara tersebut. Meskipun, ia mengaku setuju adanya amandemen UUD 1945. Namun jangan sampai melebar ke mana-mana.
Adapun amandepen yang diusulkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), hanya ingin menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
"Sejak awal sudah saya sampaikan bahwa saya produk pemilihan langsung. Saat itu waktu ada keinginan amandemen, apa jawaban saya? Khusus untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana," ujar Jokowi di kompleks istana negara, Jakarta, Senin (2/12).
Oleh sebab itu apabila amandemen sampai melebar ke masa jabatan kepala negara hingga tiga periode. Ataupun kepala negara dipilih oleh MPR. Maka, Jokowi dengan tegas, menolak untuk dilakukan amandemen.
"Presiden dipilih MPR, presiden tiga periode, presiden satu kali delapan tahun. Itu lebih baik tidak usah amendemen," katanya.
Bahkan Jokowi 'blak-blakan' mengenai usulan jabatan kepala negara. Usulan tersebut seperti menampar dirinya. Bahkan dia menduga ada yang ingin cari perhatian dengan mengusulkan jabatan kepala negara tiga periode.
"Jadi ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu seperti ingin menampar muka saya, ingin cari muka. Bahkan juga ingin menjerumuskan," tegasnya.
Sekadar informasi, Fraksi Partai Nasdem sebelumnya mengusulkan penambahan jabatan Presiden Indonesia menjadi tiga periode. Padahal saat ini hanya dibatasi dua periode.
Sementara, Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengusulkan tujuh tahun masa Presiden Indonesia. Berikut juga jabatan itu hanyalah satu periode. Sehingga tidak ada lagi jabatan dua periode.
Menurut Tsamara, jika Presiden Indonesia jabatannya tujuh tahun, maka akan fokus bekerja maksimal mungkin. Termasuk juga fokus bekerja untuk rakyat Indonesia dan tak memikirkan pemilu berikutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022