Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 07.32 WIB

TKN Bantah Ada Mobilisasi Aparat Untuk Mendukung Jokowi-Ma'ruf

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ditemani Kapolri Tito Karnavian. - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ditemani Kapolri Tito Karnavian.

JawaPos.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi dan Ma'ruf Amin membantah tudingan Prabowo Subianto soal adanya pengerahan aparat untuk mendukung salah satu paslon di pilpres. Sebaliknya, kubu 01 meyakini aparat tetap netral pada Pilpres 2019.


"Tidak betul ada mobilisasi aparat untuk mendukung salah satu paslon. Presiden selalu menegaskan bahwa TNI, Polri, dan ASN untuk menjaga netralitas. Politik TNI dan Polri adalah politik negara," kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily ketika dikonfirmasi, Minggu (31/3).


Di era keterbukaan informasi, klaim Ace, tidak ada ruang untuk aparat untuk melakukan mobilisasi dalam pilpres. Apalagi pilpres selalu terpantau oleh penyelenggara pemilu untuk mencegah pelanggaran.


"KPU dan Bawaslu yang bertugas untuk memantau semua. Jadi tudingan sepihak seperti itu justru memperlihatkan upaya mendramatisasi keadaan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan," tegasnya.


Dia memberikan contoh isu kepala desa bernama Suhartono yang dipenjara karena mendukung Prabowo-Sandi di pilpres. Bagi dia, Suhartono dinyatakan bersalah karena sengaja mencegat dan mengerahkan massa untik menyambut rombongan cawapres Sandiaga Uno yang melintas di Jalan Raya Desa Sampang Agung Jawa Timur. 


"Ini jelas kubu 02 sedang memainkan framing dicurangi, bagian dari skenario besar mendelegitimasi hasil pemilu," pungkasnya.


Sebelumnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyindir adanya isu sejumlah aparat yang dikerahkan untuk mendukung salah paslon di pemilihan presiden 2019. Hal seperti ini dinilai akan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.


Secara pribadi, mantan Danjen Kopassus itu percaya bahwa Jokowi punya komitmen penegakan demokrasi. Akan tetapi, adanya desas-desus itu tentu tak bisa dipandang sebelah mata.


"Dengan sistem sebaik apa pun kalau niat untuk menjalankan demokrasi tidak dijalankan dalam pemerintahan, saya khawatir distrust ini bertambah," kata Prabowo dalam debat keempat pilpres di Hotel Shangri-la, Jakarta, Minggu (31/3).

Editor: Dimas Ryandi
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore