
Warga saat terkena banjir di pemukiman padat penduduk di Pejaten Timur RT 005 RW 08, Jakarta, Senin (10/10/2022). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Senin (10/10) pukul 09.00 WIB sebanyak 68 RT di Jakarta terendam banj
JawaPos.com–Banjir di sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggenang cukup lama. Hampir satu bulan air tidak kunjung surut. Layanan vital terhenti, di antaranya adalah pendidikan.
Banjir yang sudah menggenang selama tiga pekan lebih itu, di antaranya melanda Kabupaten Kapuas Hulu. Kemudian di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi. Saat ini, banjir juga meluas hingga Kabupaten Sekadau dan Sanggau.
Banjir di Kalbar itu menjadi sorotan Sekjen Perkumpulan Teacherprenuer Indonesia Cerdas (PTIC) Dodi Iswanto. Dia mengatakan, dari laporan jaringannya di daerah, banjir di Kalbar mengakibatkan banyak sekolah menghentikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
”Pembelajaran secara daring juga tidak mungkin dilakukan, karena akses internet juga terputus,” kata Dodi Rabu (17/11).
Dia mengatakan, Kemendikbudristek harus menyiapkan kurikulum darurat. Khususnya untuk mengantisipasi bencana alam, seperti banjir, yang berlangsung cukup lama.
Untuk itu Dodi mendesak pemerintah pusat, khususnya Kemendikbudristek tidak hanya mitigasi risiko dampak banjir. Tetapi juga memperhatikan proses pembelajaran di tengah bencana. ”Kemendikbudristek juga harus segera merampungkan kurikulum pembelajaran yang bisa diterapkan pada situasi banjir seperti ini,” ujar Dodi.
Kemudian yang tidak kalah penting, pemerintah harus terus melakukan pendampingan trauma healing kepada peserta didik korban banjir. Dodi menegaskan, Kemendikbudristek harus belajar dari kasus banjir Kalbar itu.
Menurut dia, kedepannya upaya mitigasi harus berdasar kearifan lokal setempat. Sehingga bencana yang terjadi dapat diantisipasi dengan cepat. Serta tidak berdampak terlalu besar bagi pembelajar di ruang kelas.
Dodi menyampaikan, hampir semua wilayah di Indonesia memiliki risiko bencana alam. Mulai dari gempa bumi, longsor, banjir hingga tsunami. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum bencana pendidikan, mitigasi risiko, serta trauma healing harus mempertimbangkan potensi bencana itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022