Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 April 2021 | 17.53 WIB

Apa Anak dan Keluarga Aman Ketika Pelaksanaan PTM? Ini Kata Dokter

Pelaksanaan uji coba PTM di SMAN 1 Surakarta. Aris Wasita/Antara - Image

Pelaksanaan uji coba PTM di SMAN 1 Surakarta. Aris Wasita/Antara

JawaPos.com -  Pemerintah mewajibkan sekolah untuk menyediakan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) apabila para guru dan tenaga kependidikan sudah divaksinasi Covid-19. Namun, apakah para murid dan keluarga akan aman dari Covid-19 ketika pelaksanaan PTM?

Dokter Spesialis Anak RS Medistra Arnold Soetarso menyampaikan, berdasarkan data penelitian yang dilakukan di luar negeri, anak didik tidak terkena Covid-19 di sekolah. Mereka itu terinfeksi selepas pembelajaran usai.

"Menurut penelitian di luar negeri, anak-anak itu tidak menjadi super spreader di lingkugan (keluarga) dan sekolah, kalaupun anak-anak atau yang terinfeksi Covid-19, itu bukan dari sekolah, itu terjadi ketika anak-anak beraktivitas di luar ataupun kegiatan lain, (penyebaran) itu bukan di sekolah," jelas dia dalam siaran YouTube Vox Point Institute Indonesia, Senin (12/4).

Ia juga memberikan penjelasan bagaimana penerapan protokol kesehatan yang baik di sekolah, seperti di Amerika Serikat. Negara tersebut dapat menjadi acuan bagi satuan pendidikan di Indonesia yang akan melaksanakan PTM. "Tentunya memakai masker, mereka mampu menjaga jarak antar murid dan staf sekolah, itu dijarakin mejanya," ujarnya.

Kemudian, jika dimungkinkan kegiatan selain belajar dilakukan di luar kelas, seperti makan. Pintu kelas pun juga dapat dibiarkan terbuka, tidak perlu kontak dengan gagang pintu karena akan menjadi salah satu media penyebaran virus.

"Membuka jendela, melakukan disinfeksi peralatan sekolah secara berkala 2 kali sehari, sekolah juga mampu melakukan tes diagnostik pada orang dengan gejala dan kebijakan karantina pada anak yang terpapar Covid," imbuhnya.

Tentu bukan hanya di lingkungan sekolah, terkait dengan pergi dan pulang anak didik untuk belajar juga perlu diperhatikan. Jika hal ini dilakukan, maka anak-anak akan melakukan kegiatan pembelajaran dengan optimal.

"Ketika sekolah dibuka, apakah benar menjadi spreader, kalau berkaca pada negara lain, harusnya tidak asal sekolahnya siap, yaitu memakai masker, jaga jarak, melakukan tes, disinfeksi berkala, yang jadi hambatan juga koordinasi sekolah dengan petugas kesehatan," terangnya.

Praktisi kesehatan ini pun menyetujui apabila PTM dilaksanakan. Namun, semua hal yang diperlukan agar pembelajaran benar aman dapat disiapkan dengan baik.

"Saya sangat setuju untuk sekolah tatap muka, tinggal kapan waktunya siap, harusnya semester depan sudah siap, tapi kalau Juli ini saya cukup ragu karena ini aja udah April, apakah dengan vaksin pendidik aja udah siap," tegas Arnold. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=jpn0TqU7M_g

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore