Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 April 2021 | 04.43 WIB

Pengamat Sebut Bambrodj Lebih Cocok jadi Mendikbud Ketimbang Nadiem

Bambang Brodjonegoro. - Image

Bambang Brodjonegoro.

JawaPos.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan bergabung bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Nomenklatur baru tersebut rencananya dinamakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hal ini telah disetujui oleh DPR RI pada Jumat (9/4) lalu setelah melalui rapat Badan Musyawarah DPR RI.

Mengenai hal itu, pengamat dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai penggabungan ini akan membuat target penciptaan SDM unggul Indonesia tidak fokus. Terlebih kata dia, saat ini Kemendikbud punya terlalu banyak program yang justru membuat publik pusing.

"Ini sepertinya konsep pembangunan SDM unggul tidak sematang pembangunan infrastruktur pada periode pertama. Sekarang Kemendikbud aja nggak efektif. Programnya nggak jelas, ini ditambahin lagi, bakal makin kacau," ungkapnya kepada JawaPos.com, Minggu (11/4).

Namun menurutnya, tercapainya target SDM Unggul, Indonesia Maju ini bisa disiasati dengan dilakukannya reshuffle menteri. "Kecuali menterinya (Mendikbud) ganti," tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini Kemendikbud dipimpin oleh Nadiem Makarim dan Kemenristek dikepalai oleh Bambang Brodjonegoro. Jika harus memilih di antara dua orang tersebut untuk memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Indra akan memilih Bambang Brodjonegoro (Bambrodj).

"Bambang Brodjonegoro lah, karena ada kakak beliau Pak Satryo (Soemantri Brodjonegoro) yang tokoh pendidikan tinggi (ilmuwan). Artinya grupnya bakal lebih jelas dibanding sekarang," jelasnya.

Begitu pula dengan ayahnya, Soemantri Brodjonegoro yang merupakan Mendikbud Indonesia periode Maret-Desember 1973. Pria yang meninggal pada saat masih menjabat Mendikbud itu pun diketahui pernah menjadi Rektor Universitas Indonesia periode 1964-1973.

Sementara posisi Nadiem sendiri, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai bahwa Nadiem akan cocok mengepalai Kementerian Investasi. Pasalnya, sebelum menjadi Mendikbud, Nadiem merupakan pendiri perusahaan yang kini memiliki status decacorn, yakni Gojek.

"Kalau itu kan udah punya track record, punya investasi di perusahaan digital, lalu menggerakkan sektor nonformal. Tapi, kalau soal pendidikan itu justru publik mempertanyakan. Ketemunya di titik mana? (tidak ada hubungan dengan pendidikan). Sehingga banyak kebijakan yang gagap dan kelihatan tidak genuine dari diri dia sendiri," terang dia kepada JawaPos.com.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Hendarman menyambut baik penggabungan ini. Pihaknya akan menunggu perkembangan resmi perihal tersebut.

"Kemendikbud menyambut baik segala perubahan untuk membuat Indonesia menjadi lebih maju lagi. Mari kita tunggu pengumuman resmi oleh Bapak Presiden terkait penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud ini," jelasnya kepada wartawan.

https://www.youtube.com/watch?v=3sjFBCzkjbE

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore