
Bambang Brodjonegoro.
JawaPos.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan bergabung bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Nomenklatur baru tersebut rencananya dinamakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hal ini telah disetujui oleh DPR RI pada Jumat (9/4) lalu setelah melalui rapat Badan Musyawarah DPR RI.
Mengenai hal itu, pengamat dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai penggabungan ini akan membuat target penciptaan SDM unggul Indonesia tidak fokus. Terlebih kata dia, saat ini Kemendikbud punya terlalu banyak program yang justru membuat publik pusing.
"Ini sepertinya konsep pembangunan SDM unggul tidak sematang pembangunan infrastruktur pada periode pertama. Sekarang Kemendikbud aja nggak efektif. Programnya nggak jelas, ini ditambahin lagi, bakal makin kacau," ungkapnya kepada JawaPos.com, Minggu (11/4).
Namun menurutnya, tercapainya target SDM Unggul, Indonesia Maju ini bisa disiasati dengan dilakukannya reshuffle menteri. "Kecuali menterinya (Mendikbud) ganti," tuturnya.
Untuk diketahui, saat ini Kemendikbud dipimpin oleh Nadiem Makarim dan Kemenristek dikepalai oleh Bambang Brodjonegoro. Jika harus memilih di antara dua orang tersebut untuk memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Indra akan memilih Bambang Brodjonegoro (Bambrodj).
"Bambang Brodjonegoro lah, karena ada kakak beliau Pak Satryo (Soemantri Brodjonegoro) yang tokoh pendidikan tinggi (ilmuwan). Artinya grupnya bakal lebih jelas dibanding sekarang," jelasnya.
Begitu pula dengan ayahnya, Soemantri Brodjonegoro yang merupakan Mendikbud Indonesia periode Maret-Desember 1973. Pria yang meninggal pada saat masih menjabat Mendikbud itu pun diketahui pernah menjadi Rektor Universitas Indonesia periode 1964-1973.
Sementara posisi Nadiem sendiri, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai bahwa Nadiem akan cocok mengepalai Kementerian Investasi. Pasalnya, sebelum menjadi Mendikbud, Nadiem merupakan pendiri perusahaan yang kini memiliki status decacorn, yakni Gojek.
"Kalau itu kan udah punya track record, punya investasi di perusahaan digital, lalu menggerakkan sektor nonformal. Tapi, kalau soal pendidikan itu justru publik mempertanyakan. Ketemunya di titik mana? (tidak ada hubungan dengan pendidikan). Sehingga banyak kebijakan yang gagap dan kelihatan tidak genuine dari diri dia sendiri," terang dia kepada JawaPos.com.
Sementara itu, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Hendarman menyambut baik penggabungan ini. Pihaknya akan menunggu perkembangan resmi perihal tersebut.
"Kemendikbud menyambut baik segala perubahan untuk membuat Indonesia menjadi lebih maju lagi. Mari kita tunggu pengumuman resmi oleh Bapak Presiden terkait penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud ini," jelasnya kepada wartawan.
https://www.youtube.com/watch?v=3sjFBCzkjbE

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
