
Ilustrasi tawuran warga. ANTARA/HO
JawaPos.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh telah dilakukan di sejumlah daerah untuk mengejar ketertinggalan masa belajar akibat pandemi Covid-19. Namun, hal ini dicederai dengan adanya aksi tawuran antar pelajar, bahkan ada yang sampai meninggal dunia.
Guna meminimalkan aksi tawuran pelajar, Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra pun memberikan pendapatnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah keberanian masyarakat melerai tawuran.
Seperti yang dilakukan Saepudin dan warga yang tinggal di Jalan Majapahit, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Keberaniannya memecah konsentrasi massa pelajar yang akan tawuran menjadi viral.
Bahkan, mereka memberi efek jera para pelajar yang akan tawuran untuk tidak balik lagi karena dihadang dengan water barrier. Saepudin dan warga setempat juga berani menjatuhkan motor para pelajar yang hendak tawuran dengan harapan bisa menangkap dan menyerahkan ke polisi.
"Bagi KPAI, aksi cegah dan stop tawuran dari Saepudin dan warga layak diapresiasi dan diacungi jempol. Karena sangat membantu kerja penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia. Juga membantu kerja kerja kepolisian," ungkap dia kepada JawaPos.com, Minggu (9/1).
"Bahkan mungkin disyukuri keluarga dari anak anak yang akan tawuran tersebut. Karena anaknya selamat dari aksi brutal yang mengancam jiwa dan nyawa," sambung Jasra.
Aksi heroik Saepudin dan warga ini juga selaras dengan Peraturan Pemerintah yang di tandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 10 Agustus 2021, yakni kewajiban memberikan edukasi dan pelatihan bersama masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) terkait perlindungan anak dalam situasi khusus.
Dalam aturan tersebut juga diamanahkan pembinaan kabupaten atau kota untuk membangun partisipasi masyarakat, media dan dunia usaha dalam melindungi anak dalam situasi khusus. Yang secara lengkap dapat di baca dalam Pasal 93 dan Pasal 94 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Anak.
"Lingkungan adalah keluarga ketiga anak setelah orang tua dan sekolah. Tanggung jawab lingkungan sangat penting, setelah anak lepas dari rumah dan sekolah. Perlu masyarakat yang lebih banyak lagi seperti Saepudin dan warga," pungkasnya.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
