
Pemilih di Pilkada Serentak 2018 dari hasil quick count masih rendah.
JawaPos.com - KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada serentak 2018 bisa mencapai 77,5 persen. Namun, berkaca dari coblosan kemarin, target itu tampaknya sulit terealisasi.
Angka golput diprediksi masih tinggi. Indikasinya, tingkat kehadiran pemilih masih tergolong rendah. Bahkan, di sejumlah daerah, kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) tak sampai 60 persen.
Berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, tingkat partisipasi pemilih tergolong rendah. Salah satunya yang disampaikan lembaga survei Indikator Politik Indonesia. Menurut lembaga tersebut, partisipasi di berbagai daerah yang menggelar pilkada tidak bisa disebut tinggi.
Di Jawa Timur misalnya, partisipasi pemilih hanya ada di angka 62,23 persen dengan margin of error 1,33 persen. Demikian juga halnya di Jabar (67,83 persen) dan Sumatera Utara (68,54 persen). Ada juga yang masih lumayan seperti di Sulawesi Selatan (74,43 persen). "Dengan margin of error yang ada, target KPU sulit terpenuhi," kata Direktur Riset Indikator Politik Indonesia Mohammad, Adam Kamil.
Hasil tak jauh berbeda ditemukan lembaga survei The Republic Institute yang kemarin melangsungkan quick count. "Sebarannya merata. Baik di wilayah Pantura, Arek, maupun Pandalungan," kata Peneliti Senior The Republic Institute Sufyanto, kemarin.
Sufyanto menyebutkan, ada sejumlah faktor yang membuat tingkat partisipasi pemilih belum sesuai dengan target KPU. Salah satunya adalah sosialisasi yang dinilai belum maksimal. "Selain itu, faktor keengganan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya juga menjadi penyebab," ucapnya.
Analisis dua lembaga itu tak jauh berbeda dengan kondisi di lapangan. Di Surabaya misalnya, cukup banyak TPS yang jumlah pemilihnya di bawah 60 persen. Yang masih lumayan adalah partisipasi di TPS yang menjadi tempat sejumlah tokoh sentral nyoblos.
Di TPS tempat cagub Saifullah Yusuf, partisipasinya mencapai 80 persen. Demikian juga halnya di TPS dekat kediaman Khofifah Indar Parawansa yang mencapai 78 persen.
Di beberapa daerah angka partisipasi juga cukup rendah. Ambil contoh di Gresik. Berdasar hasil rekapitulasi perolehan sementara desk pilkada setempat, jumlah pemilih yang datang ke TPS hanya 43,5 persen dari jumlah DPT.
Sementara itu, Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro tidak sepakat jika angka partisipasi disebut menurun dibanding pilkada sebelumnya. Dia mengatakan, tingkat partisipasi pilkada kali ini sebenarnya relatif cukup tinggi. Alasannya, selain proses sosialisasi yang panjang, pilkada serentak menjadikan antusiasme publik untuk menggunakan hak pilih lebih tinggi.
"Prediksi kami, tingkat partisipasi pilkada kali ini lebih tinggi daripada periode sebelumnya," kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Prediksi Skor Persib Bandung vs Melbourne Victory: Maung Bandung Menang di Si Jalak Harupat
Prediksi Skor Parma vs Udinese: I Gialloblù Bidik Kemenangan demi Keluar Zona Degradasi
Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A: 6 Kekalahan Beruntun Jadi Ancaman Serius Tim Tamu
Sadisnya Dwi Bagus Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Susunan Pemain Liverpool vs Chelsea: Joao Pedro Absen, Siap Andalkan Danny Welbeck
Tatap dan Peluk Dwi Bagus, Tangis Istri Sah Pecah saat Olah TKP Kasus Pembunuhan di Rumahnya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022