Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 23.59 WIB

Indahnya Untaian Kata Dukungan Yenny Wahid untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Keluarga besar Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid dan para pengagumnya mendukung pasangan calon nomor urut 1 Jokowi-Ma - Image

Keluarga besar Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid dan para pengagumnya mendukung pasangan calon nomor urut 1 Jokowi-Ma

JawaPos.com - Keluarga besar Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid dan para pengagumnya telah menetapkan sikap dalam Pilpres 2019. Mereka menjatuhkan pilihan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.


Dukungan itu disampaikan putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bersama dengan seluruh relawan. Dukungan putri dan pengagum Gus Dur itupun dikemas dalam narasi indah bertajuk 'Sederhana Namun Kaya Dalam Karya'.


Dalam pernyataan dukungan itu, mereka juga menuliskan sejarah hidup Gus Dur dan keluarga. Selain itu, dituliskan pula sosok pemimpin yang dibutuhkan rakyat.


Berikut pernyataan dukungan yang dibacakan Yenny dalam konferensi persnya di Rumah Pergerakan Gus Dur, di Jakarta, Rabu (26/9).


Sederhana Namun Kaya Dalam Karya


Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, Pemilu 2019 nanti adalah proses demokrasi yang akan menghantar mandat kedaulatan rakyat ketangan pemimpin yang tepat.


Ditangannya kita titipkan amanat untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat. Ditangannya tergenggam kekuatan untuk membangun rasa bangga, sebagai bangsa. Ditangannya ada kemampuan untuk mencerdaskan anak-anak kita. Ditangannya, takdir kita sebagai orang-orang merdeka, harus terus dijaga.


Bapak Ibu sekalian, Imam Syafei mengatakan, "Manzilatul imam minar ra’iyah, manzilatul wali minal yatim. Kedudukan seorang pemimpin terhadap rakyatnya ibarat kedudukan seorang wali terhadap anak yatim".


Pendapat ini menunjukkan betapa dekat sesungguhnya hubungan antara seorang pempimpin dengan rakyatnya. Betapa berat tugasnya untuk memastikan rakyatnya hidup terpelihara.


Kedekatan dengan rakyat hanya bisa dibangun ketika seorang pemimpin mampu berpikir sederhana. Bahwa tugasnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraaan.


Keadilan dan kesetaraan dalam kedudukan dimata hukum,
Keadilan dan kesetaraan dalam mendapatkan akses untuk hidup makmur,
Keadilan dan kesetaraan dalam hak untuk memperoleh pendidikan agar mendapatkan masa depan yang cerah,
Serta keadilan dan kesetaraan untuk mendapat perlindungan dari kesewenangan sesama warga bangsa, yang sering saling mengintimidasi atas nama agama dan sukunya.


Hal ini bisa kita lihat dengan sangat gamblang dalam hidup Ayah saya. Beliau yatim sejak kecil karena kakek saya, KH Wahid Hasyim, mentri agama pada kabinet Bung Karno, meninggal dalam kecelakaan mobil. Beliau mendiami Rumah keluarga swderhana yg bersebelahan dengan rumah Eyang Margono, kakek dari Pak Prabowo Subianto. Nenek kami harus menyambung hidup dengan cara berjualan beras untuk menghidupi enam orang anaknya, dan Gus Dur kecil sampai harus sering naik truk pengangkut beras untuk membantu ibunya.


Ayah saya hidup tidak bergelimang harta, dan itu diteruskan sampai Beliau dewasa hingga akhirnya menikah dengan gadis Shinta. Mereka meniti kehidupan secara apa adanya. Menapaki tangga kehidupan penuh perjuangan, berjualan es lilin pun pernah dilakoni. Kami dibesarkan dalam hidup tanpa kemewahan, namun sarat dengan penghargaan diri. Bapak menempa kami dengan semangat membumi, yang diwujudkab dalam hasrat untuk mengabdi.


Setelah mempunyai anak, Bapak dan Mama hijrah ke pinggiran selatan kota Jakarta. Rumah kami waktu itu letaknya terpencil. Sering kami berangkat sekolah dengan sepatu yang dibungkus plastik karena jalan dekat rumah kami berlumpur belum diaspal. Menunggu kendaraan dipinggir jalan yang penuh asap knalpot, basah kehujanan dihalte bis, atau berdiri berjam-jam dalam bis dari Ciganjur, rumah kami, ke Grogol tempat saya menuntut ilmu, adalah cerita ceria hidup saya sehari-hari.


Saya bersyukur pernah hidup sedikit susah, karena tanpa itu, empati kami tidak akan terasah.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore