
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean menilai geramnya Jokowi soal penyebaran hoaks lantaran petahana panik elektabilitas turun.
JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin tampak geram soal maraknya berita bohong yang menyerangnya. Sebab, Jokowi tampak mengutarakan pernyataan tersebut dengan nada sedikit meninggi.
Kondisi ini pun membuat kubu rival Jokowi melalui Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean angkat bicara. Dia menduga, Jokowi menddapat masukan informasi yang salah dari tim pemenangan atau orang sekitarnya.
"Saya melihat apa yang dilakukan Jokowi dengan pernyataannya yang agak marah sebagai sebuah bentuk beliau sedang panik melihat elektabilitasnya turun. Dan masukan dari para pekerjanya dan tim suksesnya bahwa penurunan elektabilitasnya itu karena hoax," kata Ferdinand kepada JawaPos.com, Senin (25/3).
Padahal, menurut Ferdinand, penurunan elektabilitas Jokowi bukanlah berasal dari maraknya penyebaran hoax yang menimpa kedua kubu di Pilpres 2019. Akan tetapi, penurunan tingkat keterpilihan mantan gubernur DKI Jakarta itu lantaran masyarakat ingin perubahan di Indonesia.
"Karena itu saya menduga ada masukan yang salah. Sebetulnya penurunan elektabilitas Jokowi bukan karena hoax, tetapi karena memang masyarakat sudah tidak ingin lagi Jokowi. Masyarakat ingin mengganti kepemimpinan nasional dan masyarakat ingin perubahan terjadi," tegasnya.
Ferdinand melanjutkan, penyebaran hoax bagi kubu Prabowo tidak akan berdampak signifikan di masyarakat luas. Pasalnya, masyarakat Indonesia sudah cerdas. Mereka bisa memilah mana informasi yang benar dan salah.
"Nah, tampaknya tim Jokowi melaporkan ke Jokowinya bahwa elektabilitas Jokowi itu menurun karena hoax. Maka Jokowi marah dan akan melawan siapa pun yang menebar hoax. Nah, ini artinya kan ini presiden dalam posisinya sebagai capres memilih berperang dengan rakyatnya," terangnya.
Menurut Ferdinand, tidak etis bila Jokowi marah-marah tentang penyebar hoax padanya. Apalagi cara penyampaiannya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Jadi ini tidak patut dan tidak elok. Tetapi itulah Jokowi, dalam kondisi panik dan mereka sadar betul bahwa posisinya akan kalah, maka akan membalikkan situasi dengan berbagai macam cara," pungkasnya.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) curhat kepada masyarakat Banten selalu diserang berita bohong alias hoax semasa kampanye. Dia menyatakan, berbagai hoax yang kerap menyerangnya adalah tidak benar.
"Sekarang ini di bawah itu ada hoax, kabar fitnah, kabar bohong. Jangan dibiarkan. Ini harus direspons ini harus dilawan. Saudara-saudara melawan hoax, melawan kabar hitam. Harus berani,” kata Jokowi kepada masyarakat Banten di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu (24/3).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022