
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat tiba untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan
JawaPos.com - Di tengah optimisme pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilwali Solo 2020, ada sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) yang mengajukan keberatan. Johan Syafaat Mahanani, koordinator paguyuban tersebut, mempersoalkan etika politik Gibran.
Pihaknya mendapat data bahwa Gibran tidak hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) saat pilkada 2015. ”Karena itu, sangat lucu kalau akhirnya dia minta dipilih. Padahal, sebelumnya dia enggan memilih alias golput,” ungkap Johan.
Pihaknya telah melayangkan surat keberatan kepada enam partai yang memiliki kursi di DPRD Kota Surakarta, yakni PDIP, PKS, Gerindra, Golkar, PAN, dan PSI. Dia berharap surat tersebut dipertimbangkan partai-partai itu dengan tidak mengusung Gibran dalam pilkada 2020. ”Ya, harapan kami aspirasi ini ditanggapi dengan baik,” ujarnya.
Johan mengatakan, majunya Gibran bisa menjadi catatan buruk bagi pendidikan politik, khususnya bagi generasi muda di Kota Solo. Sebab, dengan status sebagai anak presiden, seharusnya Gibran memberikan contoh bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
”Ini berbahaya bagi demokrasi. Sebab, orang akan berpikir mau terjun ke politik hanya untuk kepentingan diri sendiri saja. Jika tidak, lebih memilih golput. Padahal, di saat yang sama KPU selalu getol mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam politik,” jelasnya.
Johan menegaskan, keberatan tersebut disampaikan bukan karena pengalaman, tapi lebih pada etika politik semata. ”Kami tidak mempermasalahkan soal pengalaman,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai keberatan yang diajukan PWSPP, Gibran enggan menanggapi. Dia justru membagikan foto-foto saat blusukan di sejumlah pasar dan dalam kegiatannya bertemu para relawan. ”Tak tinggal blusukan sik (Kutinggal blusukan dulu, Red)”, tulisnya melalui pesan singkat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
