JawaPos Radar

Pileg 2019

Daftar 17 Mantan Narapidana Kasus Korupsi yang Diloloskan Bawaslu

05/09/2018, 09:29 WIB | Editor: Estu Suryowati
Daftar 17 Mantan Narapidana Kasus Korupsi yang Diloloskan Bawaslu
ILUSTRASI. Tersangka kasus korupsi mengenakan rompi oranye KPK. (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebanyak 17 orang mantan narapidana kasus korupsi telah dinyatakan lolos menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) oleh Bawaslu tingkat provinsi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun menyayangkan hal ini.

KPU meminta Bawaslu untuk mematuhi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Beleid tersebut mengatur larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg.

"Jadi, kami tetap prinsipnya istiqomah dengan apa yang sudah kami lakukan selama belum ada putusan Mahkamah Agung (MA)," kata komisioner KPU Ilham Saputra ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

Daftar 17 Mantan Narapidana Kasus Korupsi yang Diloloskan Bawaslu
Sebanyak 17 orang mantan narapidana kasus korupsi diloloskan jadi bakal caleg oleh Bawaslu. (dok. JawaPos.com)

Menurut Ilham, meski pihaknya mendapat ancaman untuk dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pihaknya akan tegas menerapkan PKPU 20/2018. "KPU akan tetap istiqomah karena menurut kami ini adalah salah satu cara menegakkan proses demokrasi yang baik," jelasnya.


Berikut 17 orang mantan narapidana kasus korupsi yang diloloskan Bawaslu provinsi di sejumlah daerah

1. Joni Kornelius Tondok, maju di DPRD Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Berasal dari PKPI. Sengketa dikabulkan Bawaslu (lolos sebagai bakal caleg).

2. Abdullah Puteh, maju DPD dari Aceh, Provinsi Aceh. Sengketa dikabulkan Bawaslu (lolos sebagai bakal caleg).

3. H Abdillah AK, maju DPD dari Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Utara. Bawaslu menyatakan sengketanya gugur (perkara gugur karena pemohon tidak hadir dalam sidang).

4. Syahrial Damapoli, maju DPD dari Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Bawaslu menyatakan sengketa dikabulkan (lolos sebagai bakal caleg)

5. Alhazar Sahyan, maju di DPRD Kabupaten Tenggamus, Provinsi Lampung. Berasal dari Gerindra, Bawaslu menyatakan putusan dikabulkan (lolos sebagai bakal caleg).

6. M Taufik, maju DPRD DKI Jakarta, Provinsi DKI Jakarta. Berasal dari Gerindra, Bawaslu menyatakan putusannya dikabulkan (lolos sebagai bakal caleg).

7. Toto Bahtiar, maju di DPRD Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Berasal dari Golkar, Bawaslu menyatakan sengketanya perbaikan berkas (proses sengketa masih berjalan, Bawaslu belum memutuskan).

8. Mudatsir, maju di DPRD Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Tengah. Berasal dari Hanura, Bawaslu menyatakan sengketa diterima (lolos sebagai bakal caleg).

9. HM Warsid, maju di DPRD Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Berasal dari Hanura, Bawaslu menyatakan sengketa diterima (lolos sebagai bakal caleg).

10. Nur Hasan, maju di DPRD Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Berasal dari Hanura, Bawaslu menyatakan sengketa diterima (lolos sebagai bakal caleg).

11. Nasrullah Hamka, maju di DPRD Provinsi Jambi, Provinsi Jambi. Berasal dari PBB, Bawaslu menyatakan akan memutuskan sengketa pada Rabu (5/9).

12. Abdullah Patah, maju di DPRD Provinsi Jambi, Provinsi Jambi. Berasal dari PAN. Bawaslu menyatakan akan memutuskan sengketa pada Rabu (5/9).

13. Masri maju di DPRD Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Berasal dari PAN, Bawaslu menyatakan putusan dikabulkan sebagian (tetap lolos sebagai bakal caleg).

14. Ferizal DPRD, maju di DPRD Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Berasal dari Gerindra, Bawaslu menyatakan sengketa diterima (lolos sebagai bakal caleg).

15. Mirhamauddin, maju di DPRD Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Berasal dari Gerindra, Bawaslu menyatakan sengketa diterima (lolos sebagai bakal caleg).

16. Aswan Effendi, maju di DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Berasal dari Nasdem, Bawaslu menyatakan sengketa masih proses ajudikasi (Bawaslu belum memutuskan).

17. Maksum DG Mamassa, maju di DPRD Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Berasal dari PKS, Bawaslu menyatakan sengketa dikabulkan sebagian (tetap lolos sebagai bakal caleg).

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up