
ILUSTRASI. Konservasi dan revitalisasi bahasa daerah harus dilakukan sejak dini. Kemendikbud mencatat ada 11 bahasa daerah yang telah punah.
JawaPos.com - Sejumlah bahasa daerah di Indonesia mulai terancam eksistensinya. Bahkan sudah ada yang dinyatakan punah.
Kepala Bidang Perlindungan Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ganjar Harimansyah mengatakan, dari data terakhir tahun 2017, sebanyak 11 dari 625 bahasa daerah telah dinyatakan punah.
"Ada 11 bahasa yang punah, di antaranya bahasa Tandia dan Mawes di Papua," ujar Ari di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (13/8).
Selain dua bahasa daerah Papua, beberapa bahasa daerah Maluku juga punah. Di antaranya yakni Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua, dan Nila.
Ganjar menuturkan, punahnya bahasa daerah bisa diakibatkan oleh beberapa alasan, seperti meninggalnya kelompok yang menggunakan bahasa itu.
Selain itu, ada pula faktor gengsi karena tidak mau menggunakan bahasa daerah seperti di kota-kota besar. "Banyak penyebabnya, misal meninggal, bencana alam, pindah tempat tinggal, ada juga persilangan kawin, ada pula gengsi," lanjutnya.
Bahasa-bahasa daerah besar seperti Jawa, Sunda, hingga Melayu pun terancam mulai ditinggalkan dalam 200 tahun ke depan jika tidak dilestarikan dengan baik.
"Kami memperkirakan bahasa besar seperti Jawa, Sunda, Aceh, Melayu dalam itungan 200 tahun bisa terancam," imbuh Ganjar.
Sementara itu langkah yang telah diambil oleh Kemendikbud dalam pelestarian bahasa agar tidak ada lagi yang punah yaitu dengan cara mendokumentasikannya. Atau melakukan revitalisasi bahasa daerah dengan sejumlah metode.
"Jadi, bahasa yang kritis kita dokumentasikan. Kalau yang terancam punah kita segera revitalisasi seperti dengan sampel model keluarga. Atau bisa juga sekolah kita jadikan model untuk konservasi dan revitalisasi bahasa daerah," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022