
Tim gabungan mengevakuasi puing-puing bangunan akibat gempa Lombok.
JawaPos.com - Pemerintah mulai menggodok langkah lanjutan dalam pemulihan Lombok setelah diguncang gempa 7 skala Richter. Ditargetkan hari ini road map alias kerangka kerja tersebut sudah bisa dirumuskan secara terperinci.
"Misalnya, bagaimana kita bisa segera menangani pemukiman yang rusak. Bagaimana bisa segera merehabilitasi sekolah, rumah ibadah, rumah sakit yang rusak," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.
Wiranto mencontohkan rumah korban gempa yang rusak berat. Dengan persentase kerusakan di atas 80 persen. Dengan cara apa dan berapa lama perbaikan dilaksanakan akan dirumuskan. "Itu semua kami bahas detail," imbuhnya.
Untuk keperluan itu, kemarin Wiranto mengumpulkan sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga. Dia ingin semuanya memikirkan strategi untuk memuluskan rehabilitasi dan pemulihan pascagempa.
Menurut Wiranto, bantuan untuk korban gempa sepanjang masa tanggap darurat sudah diberikan dengan baik. Semua pihak bergerak. Bukan hanya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), instansi lain juga turut bahu-membahu.
"Pengorganisasian sudah dilaksanakan dengan menyertakan seluruh pemangku kepentingan," terang dia.
Rehabilitasi dan pemulihan pascagempa harus berjalan setelah masa tanggap darurat selesai. Dia mengakui, semua itu tidak bisa dilaksanakan dengan mudah lantaran dampak gempa pada Minggu lalu itu (5/8).
Road map tersebut dilaksanakan sambil memperhatikan perkembangan kondisi dan situasi di lapangan. Apalagi, kemarin gempa kembali terjadi di Lombok. "Nanti kami minta BMKG untuk melakukan analisis secara akurat," kata Wiranto.
Dengan begitu, rencana rehabilitasi dan pemulihan pascagempa nanti dapat dilaksanakan dengan baik. "Agar tidak menambah penderitaan (masyarakat) yang ada di sana," imbuhnya.
Sejauh ini, Wiranto mendapat laporan terakhir jumlah korban meninggal dunia, yakni 319 jiwa. Angka itu dia peroleh dari dua sumber. Laporan masyarakat dan hasil pendataan TNI-Polri.
Dia mengakui, data korban meninggal sempat berbeda. Sebab, masih terus diperbarui. Namun, ke depan dia meminta semua pihak satu suara. "Karena saya sudah memerintahkan untuk ada satu kepaduan humas sebelum diumumkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei menyampaikan bahwa data korban gempa Lombok memang masih terus diperbarui. Dia memastikan, setiap data yang masuk bakal diverifikasi sebelum disampaikan kepada publik.
"Nanti ada mekanisme di satgas. Kami kerja sama dengan dukcapil sehingga terjamin," jelasnya. "Harus ada by name by address," tambah dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
