Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 November 2020 | 17.11 WIB

PBNU Tak Ingin Konflik SARA di Sulteng Meletus Lagi

Batas akhir bagi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora menyerahkan diri telah habis hari ini, Senin (29/1) - Image

Batas akhir bagi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora menyerahkan diri telah habis hari ini, Senin (29/1)

JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam aksi teror yang yang menewaskan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas menegaskan, aksi kekerasan dan tindakan melukai kemanusiaan tidaklah dapat dibenarkan semua ajarana agama mana pun.

"Polisi harus bertindak cepat, terukur dan profesional, dalam mengusut insiden penyerangan ini. Deteksi segera motif dan pola kekerasan dan temukan aktor intelektual dan pelakunya," kata Robikin dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin (30/11).


Robikin juga menuturkan, peristiwa teror tidak hanya baru ini terjadi di Indonesia. Belajar dari peristiwa serupa sebelumnya, aksi penyerangan dan pembakaran adalah tindakan teror yang sengaja untuk menyebarkan rasa takut di masyarakat.

"Kelompok-kelompok penebar teror seperti ini tidak berhak mengatasnamakan elemen agama. Karena agama apapun tidak ada yang membenarkan. Teror juga merupakan tindakan anti kemanusiaan," kecam Robikin.

Oleh karena itu, Robikin mengharapkan ada langkah preventif agar kasus ini tidak kemudian merembet menjadi sentimen keagamaan yang dapat merusak kerukunan antar umat yang sudah dibangun dengan baik. Dia pun mengimbau, agar tidak ada pihak manapun yang terprovokasi dan membalasnya dengan kekerasan.

"Apalagi mendasarinya dengan kebencian atas dasar sentimen-sentimen sektarian," cetus Robikin.

Menurut Robikin, pengalaman pahit konflik agama di Poso cukup menjadi sejarah kelam di masa lalu. Dia tak ingin kejadian serupa terjadi lagi saat ini.

"Mari ambil sebagai pelajaran. Mari perkuat kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa dan sebagai saudara dalam kemanusiaan. Perkuat toleransi dan saling menghormati satu sama lain," pungkas Robikin

Sebelumnya, empat orang warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibantai oleh kelompok teroris pimpinan Ali Kalora. Tujuh rumah dibakar, salah satunya yang biasa dijadikan tempat ibadah umat Nasrani.

Polri menduga, pembunuhan terhadap empat orang di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11), diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, terungkapnya peristiwa itu bermula saat anggota Polsek Palolo pada Jumat (27/11) pukul 10.30 wita, menerima informasi dari masyarakat ada salah satu warga Dusun Lima Lewonu yang dibunuh secara kejam. Selain itu, beberapa rumah dibakar oleh orang tidak dikenal.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore