
PEMAKAMAN ULANG: Jenazah Brigadir Yosua dimakamkan ulang secara kedinasan. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Proses pemakaman ulang jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J secara protokol kedinasan kepolisian menuai kritik dari pihak istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Menurutnya, tidak seharusnya Yosua mendspat kehormatan tersebut.
"Karena berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2014, dalam Pasal 15 ayat 1 menyatakan upacara pemakaman jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf i, merupakan perwujudan penghormatan dan penghargaan terakhir dari bangsa dan negara terhadap pegawai negeri pada Polri yang gugur, tewas atau meninggal dunia biasa, kecuali meninggal dunia karena perbuatan yang tercela," kata pengacara Putri, Arman Hanis kepada wartawan, Jumat (29/7).
Arman mengatakan, dalam Perkap tersebut tegas menyebutkan meninggal dunia karena perbuatan tercela tidak dimakamkan secara kedinasan. Baginya, Yosua tewas usai diduga melakukan pelecehan seksual kepada Putri.
"Sehingga, menurut hemat kami termasuk dalam perbuatan tercela," jelasnya.
Oleh karena itu, Arman mengingatkan semua pihak termasuk kuasa hukum keluarga Yosua agar tidak menyampaikan hal-hal bersifat asumsi. Salah satunya menyatakan ada jeratan di leher Yosua.
"Terbukti dari keterangan hasil otopsi yang disampaikan oleh tim otopsi, disampaikan bahwa tanda di leher tersebut adalah prosedur dalam melakukan otopsi," tegasnya.
Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan Brigadir Yosua dan Barada E. Keduanya adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
