
Warga Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki mendatangi lokasi pembunuhan dan meminta agar pelaku pembunuhan satu keluarga dihukum mati, Rabu (26/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Kesedihan warga di Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo atas kematian salah satu warganya yang dibunuh secara sadis masih kentara. Tidak hanya dari pihak keluarga, tuntutan agar pelaku korban pembunuhan satu keluarga dihukum mati juga disuarakan warga setempat. Warga membentangkan sejumlah poster saat Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas datang ke lokasi kejadian pembunuhan untuk membuka garis polisi, Rabu (26/8).
Warga berkumpul di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka membawa sejumlah poster betuliskan permintaan agar pelaku dihukum mati. Saat kapolres datang, warga mulai berteriak, meminta supaya pelaku dihukum mati.
"Warga, baik RT 1, 2, dan 3 di RW 5 dan semua warga Desa Duwet meminta pelaku dihukum mati," kata Suratno alias Abah Ratno Sadewo, ketua RW 5 Dusun Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki.
Menurut Abah Ratno, aksi tersebut merupakan spontanitas dari warga, tanpa ada rekayasa. Warga geram atas kesadisan pelaku yang telah menghabisi nyawa seluruh keluarga almarhum Suranto.
"Kami sampai tidak bisa berkata-kata melihat peristiwa tragis itu. Maka, warga meminta pelaku harus dijatuhi hukuman mati," papar Abah Ratno seperti dikutip Radar Solo.
Sementara itu, menanggapi tuntutan keluarga korban dan warga, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Pamungkas mengatakan, tersangka HT, 41, dijerat dengan pasal berlapis. Bahkan untuk pasal 340 KUHP yang juga digunakan untuk menjerat tersangka, ancaman hukumannya maksimal hukuman mati.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=gUylZWr2np8

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
