
Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengusutan kasus bom bunuh diri di gereja Jolo, Filipina mulai menemui titik terang. Karena berdasarkan penyelidikan ternyata pelaku penyerangan disana merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Selain itu, kedua pelaku ternyata merupakan pasangan suami istri (Pasutri).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan dua pelaku penyerangan itu merupakan pasutri asal Indonesia. "Ternyata pelaku suicide bomber di Filipina adalah dua orang Indonesia atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh," ujar Dedi di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).
Kepastian ini didapat polri setelah mendalami hasil pemeriksaan kepolisian Filipina terhadap 5 pelaku bom bunuh diri. Dari situ ditemukan fakta logat bicara dua pelaku ini mirip dengan WNI.
Fakta itu diperkuat ketika Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pasca menciduk terduga teroris anggota JAD Sumatera Barat bernama Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi dan anggota JAD Kalimantan Timur bernama Yoga.
"Setelah dilakukan penangkapan terhadap Saudara Novendri dan Yoga di Malaysia, baru mengkait ternyata pelaku bom bunuh diri di Filipina itu adalah dua orang warga negara Indonesia," terang Dedi.
Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut pasutri ini masuk Filipina melalui jalur tidak resmi menggunakan jalur Makassar-Filipina. Daniel alias Chaniago ditengari menjadi aktor penyelundupan mereka
"Kedua tersangka ini masuk lewat jalur ilegal Filipina sehingga identitas kedua pelaku tidak terrecord dengan baik di Filipina, sehingga kita tidak bisa mengidentifikasi pelaku," tegas Dedi.
Selanjutnya, polri akan melakukam tes DNA pelaku dengan sampel DNA keluarganya guna memastikan kebenaran identitas mereka. Sebelumnya, bom bunuh diri meledak di gereja katolik Pulau Jolo, Filipina, Minggu (27/1). Ledakan pertama terjadi di dalam gereja dan yang kedua saat petugas melakukan pengaman. Akibat insiden ini 22 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka.
Setelah itu, Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano menduga dua pelaku bom merupakan warga negara Indonesia. Mereka diduga masuk kelompok Abu Sayyaf. Dia pun menduga pelaku ini ingin mempengatuhi teroris asal Filipina guna bertindak serupa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
