
Rumah warga yang dibakar KKB di Beoga, Kabupaten Puncak. Antara
JawaPos.com - Penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, dipastikan tetap akan dilakukan. Hal itu terkait rentetan teror dan serangan yang dilakukan KKB beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut.
Di antaranya pembakaran gedung sekolah, pembakaran honai, penembakan dua guru, penembakan Kabinda dan satu anggota Brimob.
“Penegakan hukum akan terus kita lakukan di berbagai titik yang merupakan tempat atau markas dari kelompok ini,” tegas Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, Kamis (20/5) dikutip dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Jumat (21/5).
Fakhiri juga memastikan saat ini pasukan gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran dan penanganan secara profesional. Saat ini, aparat sudah sampai di titik kampung Maki dan telah melakukan penggeledahan di area tersebut. “Namun kelompok ini sudah bergeser,” terangnya.
Akan tetapi, Fakhiri memastikan, pihaknya akan terus maju secara bertahap dengan tetap memperhatikan risiko dan keselamatan anggota yang melaksanakan penindakan. “Kita kejar dan berusaha untuk tetap terukur dalam penindakan hukum,” kata dia
Ia mengungkap, KKB saat ini bergeser ke daerah ketinggian dan terus dikejar pasukan gabungan TNI-Polri. “Kalau mereka mundur, kami yakin mereka akan keluar karena sudah di areal masyarakat dan membutuhkan logistik,” tuturnya.
Methius menambahkan, dirinya sudah mengingatkan anggota yang berada di beberapa titik yang ada di Kabupaten Puncak Jaya untuk mengantisipasi pergerakan kelompok ini. “Dari Polda, kami telah mengeluarkan instruksi kepada semua Pamrahwan Kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” ujarnya.
Menurutnya, dampak daripada penindakan yang dilakukan di Kabupaten Puncak harus diwaspadai. “Termasuk beberapa kejadian di Yahukimo dan Pegunungan Bintang,” tuturnya.
Pihaknya akan berusaha mengejar kelompok ini dan membersihkan mereka dari Kabupaten Puncak. Selain di Kabupaten Puncak, personel TNI-Polri juga sedang melakukan pagar betis di Intan Jaya. “Kita berharap di dua wilayah yang sering kacau (Puncak dan Intan Jaya, red) bisa kita bersihkan,” ujarnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
