
Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (21/1). (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pusat Pelaporan dan Analsis Transaksi Keuangan (PPATK) turut membantu penanganan skandal megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). PPATK menelusuri aliran dana mencurigakan oleh para tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Agung.
Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin menuturkan, PPATK telah memeriksa aliran dana kelima tersangka dan beberapa pihak lain, baik melalui korporasi maupun individu. "Tidak hanya lima orang itu (tersangka). Kami melihatnya itu dari keseluruhan, baik ke korporasi maupun individunya," ujar Kiagus ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).
Saat ini, lanjutnya, penyelidikan dan penyidikan oleh Kejaksaan Agung juga masih berlangsung. Kiagus mengatakan, PPATK tak bisa mengomentari soal proses itu.
"Karena ini sedang dikembangkan dan sudah ada tersangka. Saat ini masih pengembangan," katanya.
Kiagus menambahkan, tak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Namun, itu sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik.
"Ya, itu kewenangan penyidik nanti, apakah akan bertambah atau tidak," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung telah menahan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya untuk 20 hari ke depan. Kelima tersangka ini ditempatkan di rumah tahanan yang berbeda-beda.
Mereka adalah Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo. Kemudian mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
