
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen bertemu masyarakat yang membawa jenazah korban pembunuhan di dalam karung. Mereka hendak melakukan pembalasan namun dihalau polisi. Marius Frisson Yewun/Antara
JawaPos.com–Sebanyak 100 personel Polres Jayawijaya, Polda Papua, disiagakan di tiga titik. Penjagaan itu untuk mencegah perang tradisional antara masyarakat Kampung Meagama, Distrik Hubikosy dan Kampung Kosiwuka, Distrik Pelebaga.
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen seperti dilansir dari Antara di Wamena mengatakan, polisi telah menyekat pergerakan massa yang sejak pagi hari (19/8) sudah membawa peralatan perang tradisional. ”Masyarakat dua kampung itu sudah siap berperang. Kita sudah tempatkan personel di dua kampung itu. Personel juga sudah melakukan penggalangan sehingga masyarakat bisa kembali ke tempat masing-masing,” kata Dominggus Rumaropen pada Rabu (19/8).
Belum ada kesepakatan perdamaian antar masyarakat yang bertikai. Polisi telah menyarankan warga dua kampung untuk memakamkan dua korban yang terdapat di dua pihak.
”Belum ada kesepakatan perdamaian karena situasi memanas, tetapi langkah kepolisian adalah penegakan hukum yaitu pemeriksaan terhadap saksi-saksi pembunuhan. Kemudian, kita juga mendapatkan hasil rekaman di dua tempat kejadian, sementara kami kembangkan,” kata Dominggus Rumaropen.
Latar belakang aksi siap berperang itu terjadi setelah seorang warga Distrik Pelebaga ditemukan meninggal di Distrik Hubikosy pada 25 Juli. ”Penemuan jenazah itu menyebabkan pihak lawan tersinggung. Tanpa tanya, mereka turun menyerang Kampung Meagama pada Selasa (18/8). Bertepatan dengan penyerangan itu, mereka habisi kepala Desa Meagama,” terang Dominggus Rumaropen.
Sore hari pada hari yang sama (18/8), terjadi juga pembunuhan di Jalan Safri Darwin, pusat ibu kota kabupaten. Korban langsung meninggal dunia karena benda tajam oleh sekelompok warga. Kedua kasus pembunuhan itu, lanjut kapolres, diduga berkaitan.
Berdasar pantauan pada Rabu (19/8), ratusan masyarakat dari salah satu kelompok bertikai sudah siap dengan peralatan perang tradisional yang biasa digunakan seperti parang, tombak, panah, kampak, dan busur. Aksi siap siaga itu bukan saja melibatkan orang tua, anak-anak usia pelajar setingkat SMP dan SMA juga membekali diri dengan senjata tajam.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=IE9J2PpmWfY
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022