
KEJAR: Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan penyisiran KKB di sekitar Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, kemarin (4/6). (ANTARA HO-HUMAS SATGAS NEMANGKAWI)
JawaPos.com – Satgas Nemangkawi berhasil memutus salah satu jejaring pemasok senjata ke kelompok kriminal bersenjata (KKB). Seorang terduga pemasok senjata bernama Ratius Murib alias Neson Murib ditangkap pada Senin (14/6).
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol Iqbal Alqudusy menjelaskan, pelaku diduga telah berkali-kali memasok senjata kepada KKB. ”Yang dijual senjata api dan amunisinya,” paparnya. Nilai transaksi jual beli senjata dari Ratius itu tercatat mencapai hampir Rp 1,4 miliar. Nilai tersebut total uang yang terkirim dan diterima pelaku. ”Tepatnya, Rp 1.393.100.000,” paparnya dalam keterangan tertulis kemarin.
Iqbal menjelaskan, Ratius ditangkap saat melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara. Saat itu pelaku transit di Bandara Mulia, Puncak Jaya. ”Pelaku sedang menuju Kabupaten Mimika,” paparnya.
Saat ditangkap, Ratius membawa uang tunai yang cukup besar, yakni Rp 370 juta. Petugas menduga, uang sebanyak itu akan digunakan pelaku untuk membeli senjata api dari seseorang. ”Pendalaman masih dilakukan untuk kasus jual beli senjata ini,” ujarnya. Beberapa hal yang diusut terkait dengan sumber dana dan aktivitas pengiriman uang untuk pembelian senjata.
Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar mengapresiasi kinerja Satgas Nemangkawi. Menurut dia, memutus rantai pasokan senjata sangat penting dalam operasi pengejaran KKB. ”Sangat berpengaruh membatasi aktivitas KKB,” ujarnya.
Dengan senjata dan amunisi yang terbatas, tentu KKB akan kesulitan untuk beraksi. ”Namun, yang paling penting, akan diketahui negara mana saja yang membantu memasok senjata ke KKB,” terangnya. Dengan diketahui negara mana yang memasok senjata, pemerintah bisa memberikan tekanan kepada perwakilan negara tersebut. ”Baik di Jakarta ataupun melalui PBB,” paparnya kepada Jawa Pos kemarin.
Menurut dia, penting juga menghentikan pasokan dana kepada KKB. Caranya cukup mudah, yakni melihat jalur komunikasi dari KKB, baik via WA maupun telepon. Kemudian, bisa dilacak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ”Sangat mudah, kok,” ujarnya.
Baca juga: 3 Pemasok Senjata KKB Divonis 2,5 Tahun Penjara
Dia menegaskan, antara mengejar KKB dan memutus pasokan senjata serta menghentikan pasokan dana harus berimbang. Dengan begitu, penuntasan KKB menjadi lebih efisien. ”Semua jalan harus ditempuh,” katanya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
