
Massa GNKR menggelar aksi di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Jumat (14/6). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Massa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Jumat (14/6). Mereka datang sejak pukul 09.00 WIB mengenakan baju berwarna kuning.
Massa berdatangan dari arah Patung Kuda Arjuna Wiwaha Monas mengarah ke Gedung MK. Namun, tepat di depan Kementerian Pertahanan (Kemhan), massa tertahan karena sudah ada sterilisasi menggunakan kawat berduri dan mobil water canon petugas. Mereka terpaksa hanya bisa menggelar orasi di situ.
Menjelang ibadah salat Jumat, massa mulai membubarkan diri. Mereka memastikan tidak akan menggelar salat Jumat di sepanjang jalanan Medan Merdeka Barat. "Tidak (salat Jumat berjamaah dalam aksi), karena tempatnya tidak memungkinkan. (Salatnya) di masjid terdekat, sudah itu selesai salat kembali lagi sampai jam 17.00 WIB," kata salah satu orator Abdullah Hehamahua di lokasi.
Photo
Massa GNKR menggelar aksi di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Jumat (14/6). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Meski mendapat izin untuk menggelar orasi sampai pukul 18.00 WIB dari kepolisian, Abdullah menyampaikan aksi massa yang diperkirakan diikuti oleh 2.000 orang ini hanya akan bertahan di seputaran Patung Kuda hingga pukul 17.00 WIB. "Saya minta jam 17.00 WIB saja sudah bubar," jelasnya.
Dalam orasinya, massa menuntut diungkapnya dugaan kecurangan yang terjadi selama Pilpres 2019. Salah satu yang disinggung mereka yakni soal kematian ratusan petugas KPPS. "Segera tuntaskan kematian janggal petugas KPPS!," ucap orator lainnya menggunakan pengeras suara.
Sementara saat ini, adanya aksi massa dan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) membuat jalanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) ditutup. Di antaranya jalan dari arah Bundaran HI ke Harmoni telah ditutup.
Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP H Gunawan mengatakan, penutupan jalan ini bakal dilakukan sampai keadaan kondusif. Untuk pengaturan lalu lintas di sekitar MK, polisi melibatkan 600 personel. "Khusus lalin sekitar 600 personel dan ditempatkan di akses sekitar MK termasuk depan Istana, Harmoni," kata Gunawan.
Diketahui, MK menggelar sidang pendahuluan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pilpres 2019 hari ini, Jumat (14/6). Sidang selanjutnya akan digelar 17 Juni dengan agenda pemeriksaan pembuktian. Pembacaan putusan pada 28 Juni atau bisa lebih cepat tergantung para pihak yang terlibat dalam sengketa.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
