alexametrics

Soal Makar, Menhan: Jangan Lagi Bawa-bawa Nama Tim Mawar

12 Juni 2019, 17:30:54 WIB

JawaPos.com – Mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid ‎diduga ikut terlibat dalam kerusuhan yang berakhir bentrok dengan aparat kepolisian pada 21-22 Mei 2019 lalu. Akibat aksi itu, delapan orang dinyatakan meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu‎ meminta semua pihak untuk tidak lagi membawa-bawa atau menyeret nama ‘Tim Mawar’. Apalagi menyangkut-pautkannya sebagai dalang kerusuhan aksi 21-22 Mei.

“Sebetulnya tidak perlu gunakan nama itu, Tim Mawar sudah selesai. Semua anggotanya sudah kena sanksi hukuman,” ujar Ryamizad dalam konferensi pers di Kantor Kemenhan, Jakarta, Rabu (12/5).

Menurut Ryamizard, membawa-bawa nama Tim Mawar berarti mengungkit sejarah kelam masa lalu. Padahal, anggota TNI yang terlibat dalam Tim Mawar itu juga telah mendapatkan hukuman.

“Jadi, ini luka lama jangan dibawa-bawa lagi. Jadi, sudah selesai,” katanya.

Ryamizard menjelaskan, apabila TNI sudah pensiun, maka sudah tidak bisa lagi disebut prajurit militer. Sehingga memang tidak perlu lagi nama Tim Mawar dikait-kaitkan dalam aksi 21-22 Mei.

“Masalah Tim Mawar juga jangan diutak-utik lagi. Itu sudah selesai kasus itu,” ungkapnya.

Selain itu, Ryamizard menegaskan bahwa tidak ada prajurit TNI dari kesatuan Kopassus aktif yang terlibat dalam upaya makar, termasuk rencana pembunuhan empat tokoh nasional ini. Bahkan Ryamizard sudah menanyakannya ke beberapa prajurit TNI aktif.

“Namanya Kopassus aktif enggak ada yang gitu-gituan (melakukan makar dan rencana pembunuhan). Saya sudah tanya satu-satu, itu enggak ada,” pungkasnya.

‎Sekadar informasi, ‎mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid diduga terkait dengan aksi kericuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019. Fauka juga diduga berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan itu terjadi.

Menyusul kericuhan aksi 21-22 Mei itu sendiri, pihak kepolisian telah menangkap 447 terduga perusuh di beberapa titik di Jakarta. Selain itu, sejumlah tokoh ditangkap, di antaranya Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono