alexametrics

Wiranto Ditikam dari Jarak Dekat, Polri Klaim Tidak Kecolongan

11 Oktober 2019, 06:15:22 WIB

JawaPos.com – Insiden yang menimpa Menko Polhukam Wiranto bisa mencoreng kinerja pihak keamanan. Pasalnya, pelaku dengan gampangnya menikam Wiranto dengan kunai dari jarak dekat. Padahal di lokasi kejadian terdapat banyak aparat keamanan. Namun pelaku yang berada di sekitar aparat kepolisian tetap bisa menjalankan aksinya.

Meski demikian, Mabes Polri mengklaim pihaknya tidak kecolongan terkait insiden penusukkan Wiranto. “Tidak ada istilah kecolongan,” ucap Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Kantor Divisi Humas Polri, Kamis (10/10).

Menurut Dedi, pengamanan bagi pejabat publik sudah sesuai prosedur. Apalagi, pejabat yang akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar merupakan hal wajar. “Interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti bersalaman, disapa, itu hal yang biasa. Barikade untuk pengamanan kan tetap melekat, ada pamkatnya dekat sama beliau. Panwal juga ada semua,” tutur dia.

“Jadi, prosedur pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengamanan melekat yang istilahnya protektor pejabat tersebut,” kata dia menjelaskan.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Dedi lantas menceritakan detik-detik peristiwa penyerangan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Kejadian itu bermula saat korban baru turun dari mobil di depan alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

Kemudian banyak warga yang meminta bersalaman dengan Wiranto. Dia pun melayani satu per satu. Namun mendadak dari arah belakang ada seorang pria yang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

“Seorang yang diduga pelaku langsung menusukan benda tajam,” ujar Dedi dalam konferensi pers di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Dedi menyampaikan, pelaku berusaha menyerang berulang kali. Serangan pertama ke atah Wiranto berhasil digagalkan. Namun, serangan berikutnya mengenai Kapolsek Mendes Dariyanto hingga mengakibatkan luka tusuk.

“Begitu smau menyerang (Wiranto) diamankan. Terus nyerang lagi, kena Kapolsek,” tegas Dedi.

Seperti diberitakan, peristiwa tidak mengenakkan menimpa Wiranto. Di tengah kunjungannya ke wilayah Pandeglang, Banten, mendadak ada orang tidak dikenal (OTK) yang berupaya menyerangnya dengan senjata tajam.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video pendek. Tayangan ini kemudian dengan cepat viral di media sosial. Dalam video terlihat Wiranto yang mengenakkan batik hijau baru saja turun dari mobilnya.

Dari arah samping belakang sebelah kiri mendadak OTK tersebut yang mengeluarkan senjata tajam mirip pisau dan berusaha menusuk Wiranto. Akibatnya, mantan Panglima TNI tersebut sampai tersungkur ke tanah.

Sebanyak 2 orang diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah SA alias Abu Rara, 31, dan FA, 21. Dalam penyelidikan awal, diketahui pelaku penusukan hanya 1 orang yakni SA. Sedangkan FA turut diamankan karena berada didekat pelaku saat penyerangan terjadi.

Dugaan sementara, SA terpapar oleh paham radikalisme. Namun, belum diketahui pasti dengan jaringan mana dia terafiliasi. “Pelaku diduga tepapar paham radikal ISIS,” ucap Dedi. Saat ini Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror sudah diturunkan guna melakukan pendalaman.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads