
AU, korban kekerasan dari teman-temannya. (Shando Safela/Pontianak Post)
JawaPos.com - Publik seketika dibuat geram dengan tingkah siswi SMA yang melakukan penganiayaan terhadap AU, remaja usia 14 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Terlebih, pelakunya tak menunjukkan rasa bersalah.
Viral video pelaku yang malah mem-posting boomerang di aplikasi Instagram saat berada di kantor Kepolisian. Disinyalir mereka sedang dalam pemeriksaan atas kasus penganiayaan ini.
Ditanya apakah tindakan pelaku yang terlihat tidak menyesali perbuatannya itu bisa menjadi tolok ukur pertimbangan polisi dalam memproses kasus ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, hal tersebut merupakan kewenangan penyidik.
"Itu ranah penyidik," ujarnya di Kompleks Mabes Polri Jakarta, Selasa (10/4).
Namun Dedi mengaku prihatin melihatnya. Menurut dia, ini bentuk kegagalan keluarga terutama bagi orang tua untuk memberikan edukasi, penanaman moral, dan etika kepada anaknya.
Seharusnya para orang tua tidak menitikberatkan pembentukan karakter atau moral terhadap sekolah saja. "Justru di luar sekolah, pranata keluarga, orang tua harus lebih dominan memberikan warna terhadap watak, moral, sopan santun. Kita prihatin dengan kondisi ini," tegas dia.
Sejatinya Dedi enggan menyalahkan orang tua korban, namun kenyataannya memang orang tualah yang harus berperan.
"Kita tidak salahkan orang tua tapi itu realitas. Nyata itu. Orang tuanya berbuat apa. Ini introspeksi pada semua orang tua," singgung mantan kapolda Kalimantan Tengah itu.
Photo
Ilustrasi penganiayaan AU. (Dok Twitter)
Sekadar informasi, AU, seorang gadis berusia 14 tahun menjadi korban pengeroyokan secara keji dan bullying oleh 12 siswi SMA di Pontianak. Dia mengalami luka fisik hingga psikis.
Pemicu kejadian itu disebut-sebut karena asmara. Kakak sepupu AU yakni PO pernah menjalin hubungan dengan pria yang sekarang menjadi pacar salah satu pelaku. Korban sering berkomentar di media sosial terkait ini sehingga disinyalir memunculkan rasa kesal pelaku dan terjadilah pengeroyokan.
Sejauh ini ada empat orang yang menjadi terlapor. Yakni, F, T, M, dan AKS.
Photo

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
