
BEBER TEMUAN: Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri) dan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/12). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
JawaPos.com - Hasil investigasi Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) terkait tewasnya empat anggota Front Pembela Islam (FPI) tegas. Polisi melanggar HAM.
Seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group), petugas dinilai tidak menghindari adanya korban lebih banyak dalam peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM50 terebut. Dari keterangan yang disampaikan Komnas HAM, Jumat (8/1) kemarin, empat orang yang dibawa dalam satu mobil tewas.
Alasannya, adanya perlawanan. Dari tiga petugas yang berada di dalam mobil. Dua di antaranya telah dimintai keterangan. Diduga sebagai eksekutor. Komnas HAM juga mengakui jika pihaknya telah mengantongi dua identitas petugas tersebut beserta pangkatnya. Selanjutnya direkomendasikan dikenakan pidana.
Alasannya, bisa diuji. Apakah benar atau tidak dua petugas sebagai eksekutor. Dari laporan resmi, insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan dua orang Laskar FPI.
Subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FPI. Bahkan dengan menggunakan senjata api.
Sedangkan, terkait peristiwa KM 50 ke atas terhadap empat orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas, peristiwa tersebut merupakan bentuk dari peristiwa pelanggaran HAM.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan terdapat keterangan di daerah Rest Area KM 54, anggota FPI yang masih hidup dan diturunkan. Terdapat dua orang yang diduga telah meninggal. Dengan satu duduk di mobil dan satu telah luka tembak.
Kemudian, terlihat petugas melakukan kekerasan terhadap orang yang masih hidup memerintahkan jongkok dan tiarap. “Terlihat beberapa bukti yang ditaruh di meja di salah satu warung oleh petugas. Karena terlihat orang hidup dimasukkan ke mobil petugas,” terangnya.
Ia melanjutkan dari keterangan saksi, terdengar perintah petugas untuk menghapus rekaman dan periksa handphone. Saksi juga mendengar keterangan petugas, bahwa peristiwa ini terkait narkoba dan juga terkait terorisme.
“Terdengar bunyi tembakan ada bunyi tembakan di daerah Karawang Jalan International Karawang sebelum di tol Karawang Barat,” terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
