
Photo
JawaPos.com – Satgas Antimafia Bola hanya bertugas selama enam bulan. Sejak dibentuk pada 21 Desember 2018, mereka telah menangani enam kasus dengan 16 tersangka. Tujuh di antaranya ditahan.
Aktivitas satgas kini tidak terlihat lagi meski beberapa kasus belum menyentuh babak persidangan. Misalnya kasus yang menyeret nama mantan anggota Exco PSSI Hidayat. Juga, nama Vigit Vigit Waluyo yang sempat ramai diberitakan juga seolah mengendap begitu saja.
Terkait dengan kelanjutan satgas, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa tugas satgas sudah selesai. Namun, tidak berarti bubar sepenuhnya. ’’Sekarang justru satgas bersama PSSI melakukan mitigasi match fixing yang terjadi dalam Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Tindak lanjutnya memonitor, mengawasi, dan mengantisipasi jangan sampai match fixing terjadi lagi,’’ ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Dedi mengatakan bahwa kasus sudah selesai. ’’Semua sudah sidang kok. Proses penyidikan kemarin sudah. Semua berkas sudah dilimpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum). Sekarang mulai masuk proses persidangan,’’ jelas Dedi.
Terkait banyaknya pihak yang tetap menginginkan satgas tetap berlanjut, Dedi menyebut satgas tidak benar-benar menghilang. Sebab, mereka tetap akan bertindak jika ada laporan dan akan memprosesnya secara hukum.
’’Satgas kan belum dibubarkan. Kinerja selama enam bulan memang sudah selesai. Namun, bukan berarti penegakan hukum berhenti. Kami melakukan monitoring bersama PSSI untuk menemukan match fixing,’’ kata Dedi. ’’Kalau dapat info (match fixing), beri tahu kami. Biar nanti kami tindak lanjuti,’’ imbuhnya.
Dalam hal ini, PSSI sudah membentuk Komite Ad Hoc Integritas untuk memberantas match fixing. Beberapa upaya dilakukan. Yang terbaru, komite yang diketuai Ahmad Riyadh itu berfokus membenahi kinerja wasit yang bertugas di Liga 1 dan Liga 2. ’’Kemarin sudah melakukan penyegaran wasit,’’ jawab Riyadh singkat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
