
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso angkat bicara soal pengeroyokan Haringga Sirla.
JawaPos.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menilai, pelabelan teroris terhadap KKB di Papua tidak tepat. Sebab, teroris terkait masalah ideologis atau kepercayaan. Siapa saja yang tidak sepaham akan dihabisi, bukan ingin merdeka. Itu berbeda dengan yang dilakukan KKB selama ini di Papua dimana mereka membunuhi warga sipil dan TNI/Polri.
Selain itu, juga melakukan pembakaran sekolah-sekolah, membunuhi beberapa guru. Demikian disampaikan Sutiyoso di kanal YouTube Hersubeno Point, Sabtu (1/5). “Itu kan jelas politis karena di dalam sekolah guru itu mengajak muridnya untuk mencintai Pancasila dan NKRI,” papar dia seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Selasa (4/5).
Sedangkan serangan bersenjata kepada personel TNI/Polri, dimaksud KKB untuk mendapatkan senjata dan amunisi. Di sisi lain, gerakan mereka terorganisir dengan memiliki LSM yang bergerak untuk menyuarakan kemerdekaan.
Di luar negeri misalnya. kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, ada Benny Wenda yang melakukan propaganda-propaganda ke forum internasional memisahkan diri dari Indonesia. “Untuk itu, pemerintah tidak perlu ragu mengatakan sebagai separatis karena niat mereka jelas-jelas ingin merdeka dan memisahkan diri,” tegasnya.
Sosok yang akrab disapa Bang Yos ini lantas mengumpamakan Amerika Serikat yang mengaku bapak moyangnya demokrasi. Misalnya Texas, salah satu negara bagian di Amerika, ingin memisahkan diri, apa yang akan mereka lakukan. “Jujur ya, dipastikan bakal diserbu tentaranya. Pasti itu,” tegasnya.
Bang Yos melihat, pemerintah seperit dihantui peristiwa-peristiwa sebelumnya misalnya Talangsari, Tragedi Semanggi atau Trisakti. Hal ini akhirnya melahirkan undang-undang intelijen dan terorisme yang menurutnya terlemah di dunia. “Enggak bisa dan enggak perlu kita takut lagi,” tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
