
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah saksi lainnya dalam sidang kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (3/7). (Muhammad Ridwan/JawaPos.c
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ditelisik soal kedekatannya dengan terdakwa dan tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku, mengenal terdakwa Haris Hasanudin.
"Kenal dengan Haris sejak menjadi gubernur, kemudian ada rakor Kemenag dan Pak Haris sebagai Plt (Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim) mengundang Gubernur menjadi narasumber," kata Khofifah saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (3/7).
Khofifah menjelaskan, awalnya mengenal Roziki yang menjabat Kepala Kanwil Kemenag Jatim sebelum Haris. Perkenalannya pertama kali saat Khofifah menjadi Ketua Umum Muslimat NU. Kemudian Muslimat NU kerap menggelar kegiatan bersama Kanwil Kemenag Jatim.
"Nah, saya baru tahu setelah ramai di media bahwa Pak Roziki adalah mertuanya Pak Haris," ucap Khofifah.
Sementara dengan Romahurmuziy (Rommy), Khofifah mengaku kenal cukup dekat karena almarhum ibunda Rommy merupakan koleganya saat menjabat sebagai anggota DPR.
"Tapi secara khusus tak ada kedekatan dengan Rommy," terang Khofifah.
Oleh karena itu, dia mengaku heran bila disebut-sebut sebagai salah satu orang yang merekomendasikan Haris kepada Rommy supaya diupayakan menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.
Khofifah juga membantah menjembatani Haris supaya diangkat oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim, meskipun dirinya pernah menjadi kader PPP. "Dulu saya di PPP, tapi pindah ke PKB saat Pak Rommy belum menjadi pengurus partai," ujarnya.
Diketahui, Menag Lukman Hakim Saifuddin merupakan kader PPP di bawah kepemimpinan Rommy selaku Ketua Umum PPP. Dalam perkara ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hasanuddin didakwa oleh jaksa penuntut umum pada KPK telah menyuap anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Rommy.
Selain kepada Rommy, Haris Hasanuddin juga didakwa menyuap Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Haris didakwa menyuap Rommy dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp 325 juta untuk mendapatkan jabatan atau posisi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.
Menurut Jaksa, Rommy dan Lukman mempunyai peran melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sehingga, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
