
Photo
JawaPos.com – Kehadiran Satgas Antimafia Bola sempat membuat keder pihak-pihak yang selama ini ’’bermain’’ di persepak bolaan Indonesia. Pergerakan satgas dalam mengurai dan memberantas kasus mafia bola banyak mendapat pujian. Setidaknya ada 16 sosok yang akhirnya menjadi tersangka, tujuh di antaranya ditahan.
Sayang, kegalakan satgas tak berumur lama. Ketika para tersangka sudah memasuki agenda persidangan, Satgas Antimafia Bola justru seolah perlahan menghilang.
Hal itu sangat mengecewakan beberapa pihak. Salah seorang di antara mereka, kuasa hukum dua tersangka kasus yang dilaporkan Manajer Persibara Lasmi Indaryani, Kuncoro. Pria yang merupakan kuasa hukum Priyatno dan Anik Yuni Artika Sari itu berharap agar kinerja satgas tidak berhenti pada kliennya saja. ’’Sebagai pintu masuk, silakan. Tapi, jangan dikorbankan,’’ jelasnya.
Kuncoro mengatakan, praktik pengaturan skor masih ada di sepak bola Indonesia. Masih berkeliaran bebas. Dia menegaskan, satgas seharusnya berani masuk ke Liga 1 dan Liga 2 yang saat ini kompetisinya sudah berjalan. ’’Harus diungkap semua. Masih banyak di atas,’’ terangnya.
Manajer Madura FC Januar Herwanto juga mengatakan, hingga saat ini dirinya menunggu gerak lanjutan satgas. Terutama untuk kasus yang menyeret nama mantan anggota Exco PSSI Hidayat. Dalam kasus tersebut, Madura FC menjadi korban ketika melawan PSS Sleman di Liga 2 musim lalu. ’’Saya menunggu kapan penanganan kasus itu berjalan lagi. Harus tuntas. Coba media dibantu untuk blow up lagi agar satgas mau bergerak,’’ paparnya.
Dia melihat, kinerja Satgas Antimafia Bola sudah sangat baik. Meskipun, pembentukannya dadakan dan awalnya masih meraba-raba kasus pengaturan skor yang ada di kancah sepak bola tanah air. ’’Itu menjadi bukti keseriusan untuk membersihkan sepak bola Indonesia,’’ tuturnya.
Sejauh ini beberapa kasus memang seakan-akan tenggelam. Selain kasus Hidayat, kasus tendangan penalti melenceng dari pemain PSMP Mojokerto Putra Krisna Adi belum terungkap hingga sekarang. Mulai dalang di belakangnya hingga keterlibatan PSMP dalam pengaturan skor di Liga 2.
Januar berharap, satgas bangkit lagi. Dia sudah melihat ada indikasi para pengatur skor masuk lagi ke sepak bola Indonesia. ’’Wajib ada lagi agar sepak bola Indonesia tidak dikuasai kartel pengaturan pertandingan. Sepanjang sejarah sepak bola Indonesia, baru sekarang ini kan dipidanakan,’’ ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
