Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 01.38 WIB

Karir Cemerlang si Penerbang Pesawat Angkut, Pecahkan Rekor di TNI AU

Panglima TNI Hadi Tjahjanto - Image

Panglima TNI Hadi Tjahjanto

JawaPos.com - Mantan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Dwi Badarmanto menilai Panglima TNI yang baru saja dilantik, Marsekal Hadi Tjahjanto memiliki karir cemerlang dan fenomenal.


"Pak Hadi punya karir fenomenal di TNI AU," ungkap Dwi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/12).


Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1986 ini juga memcahkan rekor sebagai Kepala Satuan Angkatan Udara (KSAU) dari lulusan Genap yang pertama.


"Pak Hadi ini satu-satunya lulusan genap yang jadi KSAU, dan itu rekor di matra udara,” lanjut Dwi.


Jika dilihat kinerja panglima TNI sebelumnya, lanjut Dwi, tentu akan menjadi beban berat untuk Hadi ke depannya. Namun Dwi berkeyakinan bahwa koleganya itu mampu menjadi penerus yang lebih baik dan bisa memajukan kiprah TNI.


"Saya yakin Pak Hadi punya kemanpuan itu, meskipun tugas bersat sudah di depan mata,” pungkas Dwi.


Karir Hadi di kemiliteran mulai menanjak setelah mendapat gelar Letnan 1. Kehebatan Hadi mulai terlihat ketika dirinya ditugaskan menjadi Komandan Lanud Adi Sumarno Solo.


Sebelumnya Hadi banyak dipandang sebelah mata karena di awal karirnya dia hanya menjadi penerbang pesawat angkut atau penumpang sipil CASA. Karena jika dilihat dari sejarahnya, biasanya hanya pilot-pilot pesawat fighter, angkutan berat, dan helikopter yang menduduki jabatan Kepala Satuan.


Sementara itu, wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan menunjuk Marsekal Hadi adalah langkah yang tepat.


“Memang sudah waktunya penunjukan Panglima," ujar Fadli di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/12).


Menurut Fadli, persiapan pemilihan Panglima memiliki proses yang cukup panjang. Harus melalui rekomendasi Presiden, baru masuk ke ranah DPR RI, setelah itu baru dapat diputuskan calon tersebut layak atau tidak.


Menurut pengamat militer Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie, cepat atau tidaknya penunjukan merupakan domain DPR. Presiden hanya memberikan rekomendasi calonnya.


"Proses percepatan pemilihan (panglima) itu di DPR, bukan di Presiden," kata Connie 


Connie juga berpendapat, akan sangat riskan apabila pemilihan panglima baru dilaksanakan di bulan Maret atau menunggu masa pensiun Gatot Nurmatyo.


"Bagaimana apabila pemilihan panglima dilakukan di bulan Maret tidak berjalan lancar seperti yang terjadi sekarang? Tentu itu tidak baik karena Presiden harus mencari calon lagi," pungkas Connie.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore