Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Februari 2022 | 01.35 WIB

JK Desak BNPT Buka Data 198 Ponpes yang Terpapar Kelompok Terorisme

Ketua PMI M. Jusuf Kalla. Antara - Image

Ketua PMI M. Jusuf Kalla. Antara

JawaPos.com - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla alias JK mendesak agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membuka data mengenai pondok pesantren (ponpes) di Indonesia yang terpapar kelompok terorisme. Hal ini dikatakan JK setelah sebelumnya Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut sebanyak 198 pondok pesantren di Indonesia terpapar jaringan terorisme.

"Ya sekalian saja (dibuka data-datanya-Red) tapi hati-hati, mesti ada buktinya juga karena nanti protes pula. Ya, hati-hati," ujar JK dalam Rakerna PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (31/1).

Mantan Wakil Presiden RI tersebut menuturkan BNPT jangan hanya membeberkan jumlah pesantren yang terpapar kelompok terorisme, tanpa membuka ke publik data-datanya. Pasalnya dia takut hal itu malah mendiskreditkan pondok pesantren.

"Jangan kita mengeluarkan isu kemudian pesantren menjadi seperti disudutkan semuanya, kita harus panggil satu persatu," katanya.

Politikus senior Partai Golkar ini berujar, nantinya BNPT bisa memanggil pemilik pondok pesantren yang diduga terpapar kelompok terorisme tersebut. Sehingga tidak membuat resah publik.

"Artinya kalau memang ada sesuatu ada buktinya kan orangnya bisa dipanggil. Kalau diumumkan begitu saja tanpa jelas, kan orang pesantren menjadi resah," tegasnya.

Diketahui, BNPT mencatat sedikitnya 198 pondok pesantren terafiliasi dengan sejumlah organisasi teroris, baik dalam dan luar negeri termasuk ISIS. Hal itu disampaikan Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1).

Namun, Boy tak mengungkap lebih lanjut terkait identitas atau nama pesantren yang dimaksud. "Kami menghimpun Ponpes yang kami duga terafiliasi dan tentunya ini juga merupakan bagian upaya-upaya dalam konteks intel pencegahan yang kami laksanakan di lapangan," kata Komjen Boy.

BNPT mencatat, dari total 198 pesantren tersebut, 11 di antaranya terafiliasi dengan jaringan organisasi teroris Jamaah Ansharut Khilafah (JAK), 68 pesantren terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI), dan 119 terafiliasi dengan Ansharut Daulah atau simpatisan ISIS.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore