Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 September 2022 | 15.14 WIB

AHY Diminta Lebih Kedepankan Program Pembangunan Tidak Hanya Framing

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama istri Annisa Pohan usai menyampaikan pidato kebangsaan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (16/9/2022). AHY dalam pida - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama istri Annisa Pohan usai menyampaikan pidato kebangsaan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (16/9/2022). AHY dalam pida

JawaPos.com - Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus menyampaikan informasi secara objektif. Pernyataan itu merespons ungkapan AHY yang menyebut Presiden Joko Widodo hanya sekedar 'gunting pita' proyek infrastruktur era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Emrus melihat AHY sedang memframing persespsi publik seolah-olah SBY banyak membangun infrastruktur.

"AHY telah melakukan framing, produk manipulasi persepsi publik. Seolah-olah bahwa SBY lebih hebat," kata Emrus kepada wartawan, Rabu (28/9).

Emrus menuturkan, AHY seharusnya menyampaikan secara rinci dalam menyampaikan data. AHY perlu merinci proyek apa yang dikerjakan SBY dan Jokowi. Terkait hal itu, Emrus menilai AHY menunjukkan ketidak dewasaan dalam berpolitik.

"Pandangan-pandangan yang disampaikan AHY ini menunjukkan ketidakmatangan beliau dalam berkomunikasi politik dan ketidakmatangan sebagai aktor politik. Padahal dia ketua umum partai hingga salah satu kandidat di pilpres 2024," ucap Emrus.

Lebih lanjut, Emrus juga mengungkapkan AHY belum bisa disebut sebagai negarawan. Dia menyebut, AHY lebih tepat disebut politisi yang ingin berkuasa.

"Kalau negarawan kan lebih mengedepankan, kekuasaan bukan penting. Tapi memperoleh kekuasaan itu harus memang egaliter. Tapi kalau seperti AHY itu belum egaliter," ujar Emrus.

Oleh karena itu, Emrus menyarankan AHY agar menyampaikan program untuk pembangunan Indonesia, bukan sekedar membandingkan era SBY dengan Jokowi. Terlebih berdasarkan data, SBY hanya membangun jalan tol sepanjang 189,2 km sejak 2004 hingga 2019.

Sedangkan Jokowi, telah membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km sejak menjabat pada tahun 2014. Bahkan, 750 km jalan tol lagi ditargetkan selesai pada 2024.

"Jadi adu program. Tidak membuat diksi-diksi yang sifatnya seolah-olah SBY superior," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore