Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Agustus 2021 | 20.27 WIB

Akses Internet Belum Merata Jadi Hambatan Belajar, Solusinya PTM

Sejumlah siswa saat melakukan belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (04/06/2021). Kegiatan belajar tatap muka ini diikuti 50 persen dari total siswa untuk setiap kelas guna mengantisipasi penyebaran virus Covid- - Image

Sejumlah siswa saat melakukan belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (04/06/2021). Kegiatan belajar tatap muka ini diikuti 50 persen dari total siswa untuk setiap kelas guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan pada seluruh sektor, tidak hanya sosial dan ekonomi, namun juga pendidikan. Ada lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia yang terpaksa menutup sekolah tatap muka dan melakukan pembelajaran secara daring.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono mengatakan, setidaknya 68 juta siswa pendidikan dasar dan pendidikan tinggi terdampak pandemi Covid-19. “Mereka terpaksa harus melaksanakan pembelajaran secara daring. Jadi make sense (masuk akal) kalau disurvei, kemudian tuntutan yang dibutuhkan anak-anak itu adalah bantuan pulsa,” kata dia melalui keterangannya, Minggu (29/8).

Namun, diingatkan juga bahwa dari 260 juta satuan pendidikan di seluruh Indonesia, masih ada 46 ribu sekolah yang tidak memiliki akses listrik dan internet. Bahkan yang sudah memiliki akses listrik dan internet belum tentu memiliki gawai ataupun daya beli pulsa.

Ia pun mengakui persoalan tersebut sangatlah kompleks. Jadi tidak ada pilihan selain mempercepat konektivitas atau akses internet di seluruh satuan pendidikan.

“Ini menjadi necessary condition (kondisi yang diperlukan) agar kita bisa melakukan lompatan, kalau tidak, kita bisa menghadapi lost of generation," tutur dia.

Selain percepatan konektivitas, solusi lain yang diharapkan bisa menyelamatkan potensi learning loss adalah pembelajaran tatap muka (PTM). Namun vaksinasi terhadap guru dan dosen perlu diakselerasi, sebab itu merupakan salah satu syarat PTM.

"Solusi yang diharapkan bisa menyelamatkan saat ini adalah melalui kegiatan vaksin guru dan dosen," tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore