Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2020 | 17.25 WIB

Mendagri: Pilkada 9 Desember Tetap Berjalan dengan Protokol Kesehatan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pidato sekaligus menutup Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensiner - Image

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pidato sekaligus menutup Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensiner

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020 tetap akan berjalan. Pilkada serentak merupakan skenario optimisme Pemerintah untuk menjalankan pesta demokrasi di 270 daerah dengan berpegang pada protokol kesehatan.

"Nah ini sehingga kita skenario optimis jalan, tapi protokol kesehatannya jangan lupa, dibuat sedemikian rupa," Tito kepada wartawan, Jumat (29/5).

Protokol kesehatan juga tetap dilakukan pada tahapan-tahap kritis seperti pelantikan PPS, pemutakhiran data pemilih door to door, kemudian nanti pada saat kampanye di bulan September, Oktober hingga November. "Kemudian pemungutan suara itu protokolnya betul-betul bisa diterapkan," sambungnya.

Protokol kesehatan ini dilakukan mengingat tidak adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Sehingga pelaksanaan Pilkada serentak tetap bisa berjalan dengan aman dan nyaman tanpa ditunda.

"Kalau masalah Pilkada kita sudah tahu pertama kalau ditunda Tahun 2021, apakah di tahun 2021 ada yang bisa menjamin Covid ini akan selesai? Tidak, belum ada yang bisa menjamin satupun, bisa menjadi up and down," katanya.

Diakui Tito, jika merujuk pada negara-negara di dunia, memang ada beberapa yang menjadwalkan ulang atau menunda pemilihan. Tapi ada juga negara yang tetap jala seperti Korea dan Prancis.

"Yang kedua beberapa negara lain di 47 negara setidaknya mereka ada yang men-schedule, jalan terus seperti Korea, Prancis. Ada juga yang ditunda tapi tundanya tunda bulan, kita menunda bulan juga, September menjadi Desember. Kalau kita melakukan Desember kita adalah negara terakhir yang menyelenggarakan Pilkada yaitu di bulan Desember," jelasnya.

Disadarinya, kualitas demokrasi di Indonesia akan tercermin dari tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu maupun Pilkada. Oleh karena itu, negara perlu menjamin tersalurkannya partisipasi masyarakat termasuk dalam keadaan pandemi, tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

Untuk menjamin hal tersebut, dibutuhkan peran dan dukungan Pemerintah Daerah serta masyarakat agar pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 dapat berjalan lancar.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=PU87FK6wfwE

 

https://www.youtube.com/watch?v=IYP_fSe9oUw

 

https://www.youtube.com/watch?v=22mr1bcmH3I

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore