Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 April 2021 | 12.59 WIB

Aparat Terus Buru KKB, Kontak Senjata Masih Terjadi di Ilaga

DIBURU APARAT: Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS) - Image

DIBURU APARAT: Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS)

JawaPos.com – Pasca tewasnya Bharada Komang akibat tertembak dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggeng, aparat keamanan TNI-Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok ini. Kontak senjata pun tak terelakan di Ilaga.

“Rabu (28/4) anggota di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Lekagak Telenggen,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal kepada wartawan, Rabu (28/4), dikutip dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group).

Pengejaran tersebut lanjut Kamal dalam rangka penegakan hukum dan meminta KKB untuk mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan. Karena kekerasan demi kekerasan membuat rasa ketakutan bagi masyarakat.

Dikatakan Kamal, situasi di Ilaga ibukota Kabupaten Puncak berangsur membaik dan anggota masih melakukan patroli.

Sebelumnya pada Selasa (24/4), kontak senjata selama delapan jam antara Satgas Nemangkawi dengan KKB terjadi di Kampung Maki, Distrik Gome. Tiga anggota Polri tertembak satu diantaranya gugur. Sementara pihak Kepolisian mengklaim telah berhasil menewaskan sembilan anggota KKB.

"Ada Lekagak di sana, sekitar 80-an anggotanya dengan 28 senjata api. Dari kontak tembak itu mereka mundur,” terang Kamal.

Dikatakan Kamal, tewasnya sembilan anggota KKB tersebut diketahui dari laporan identifikasi dari masyarakat dan hasil pengecekan digital. Adapun kontak senjata merupakan lokasi utama KKB pimpinan Lekagak Telenggen, karenanya mereka memiliki jumlah anggota dan senjata api yang cukup banyak.

“Secepatnya kita bisa segera temukan kelompok Telenggen. Kita sudah konsentrasi betul dalam beberapa hari terakhir untuk mengejar KKB," kata Kamal.

Sekedar diketahui, rentetan aksi kejahatan KKB di Papua sejak empat bulan terakhir menewaskan sipil, anggota TNI-Polri hingga seorang bintang satu serta melakukan pembakaran pesawat dan gedung sekolah.

Dari data Polda Papua pada Januari, KKB melakukan teror sebanyak 5 kali mengakibatkan 3 korban meninggal dunia dari personel TNI. Sementara Februari, tercatat KKB melakukan aksi sebanyak 7 kali dengan menimbulkan korban dari warga sipil sebanyak 2 orang meninggal dunia, 2 luka tembak dari personel TNI dan 1 personel TNI gugur.

Selanjutnya pada April, tercatat aksi KKB sebanyak 4 kali dengan menimbulkan korban meninggal dunia dari masyarakat sebanyak 2 orang yang berprofesi sebagai guru honorer, 1 orang personel TNI yakni Kabinda Papua gugur dan 1 personel Brimob meninggal dunia.

Adapun sederet aksi kejahatan KKB pada Januari, KKB menembaki Helikopter milik PT. Sayap Garuda Indah tipe Bell Eagle 407 HP dengan registrasi PK-ZGM di Tembagapura dan membakar Pesawat perintis Milik Mission Aviation Fellowship di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya.

Pada 7 Januari, KKB membakar dua Base Transceiver Station (BTS) di Ilaga, Kabupaten Puncak, sehingga mengakibatkan jaringan komunikasi terputus. Di bulan yang sama tepatnya 10 Januari, KKB menembak satu prajurit TNI bernama Prada Agus Kurniawan hingga gugur di Titigi.

Aksi berlanjut pada tanggal 22 Januari, KKB menembaki Satgas Pamtas RI-Papua Nugini, yang mengakibatkan 2 Prajurit TNI bernama Pratu Dedi Hamdani dan Pratu Roy Vebrianto gugur.

Pada 1 Februari, KKB pimpinan Undius Kogoy menembaki seorang warga di Intan Jaya, Papua karena dikira mata-mata. Kemudian 4 Februari, KKB kembali menembaki aparat di Hitadipa Kabupaten Intan Jaya. Akibat kontak tembak tersebut, satu anggota KKB dinyatakan tewas. Kemudian 8 Februari 2021, KKB kembali menembak warga berinisial RNR (32).

Teros KKB terus berlanjut, pada 9 Februari KKB menikam tukang ojek usai mengantarkan penumpang ke Ilaga. Tak lama dari kejadian tersebut, 12 Februari KKB menembak anggota TNI yang hendak berbelanja ke kios di Sugapa Kabupaten Intan Jaya, yang mengakibatkan korban harus mendapatkan perawatan medis.

Pada 13 Februari, KKB menembaki aparat gabungan TNI-Polri yang hendak mengecek lokasi korban penganiayaan di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak dan mengakibatkan seorang prajurit terluka terkena rekoset peluru. KKB juga melakukan penembakan terhadap 1 anggota bernama Prada Ginanjar Ariand hingga meninggal dunia.

KKB juga menembaki seorang guru yang bertugas di Beoga Kabupaten Puncak hingga meninggal dunia. KKB juga menembak Kabinda Papua Mayjen TNI Anumerta Gusti Putu Danny Nugraha pada Minggu (25/4) dan terakhir menembak tiga anggota Brimob satu diantaranya meninggal dunia.

Secara terpisah, Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom menuding TNI-Polri melakukan pembohongan publik terkait informasi tewasnya 5 anggota TPNPB di Kabupaten Puncak.

Baca juga: Legislator Nasdem: KKB Harus Ditumpas, Namun Jangan Melanggar HAM

Sebby Sembom mengklaim bahwa markas pusat Komnas TPNPB telah terima laporan resmi dari Ilaga melalui Komandan Operasi Nasional TPNPB, Mayjen Lekagak Telenggen yang mengklaim tidak ada anggotanya yang tewas tertembak.

"Informasi atau berita yang ditayang beberapa media nasional merupakan propaganda untuk membohongi publik, supaya mereka diakui oleh rakyat Indonesia,” kata Sebby dalam laporan tertulis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu, (28/4).

Menurut Sebby, Lekagak Telenggen mengklaim semua angotanya dalam keadaan aman dan tidak ada yang tertembak.

"Kami telah koordinasi di lapangan dan pengecekan pasukan TPNPB di lapangan tepatnya di Distrik Gome dan Mayuweri. Ternyata pasukan TPNPB tidak ada yang menjadi korban akibat penembakan. Kami semua ada. Media jangan lakukan penipuan,” bebernya.

Sebby Sembom menuding media tidak melakukan cover both side dan hanya mengambil versi TNI-Polri, sehingga pemberitaan menurutnya tidak berimbang.

"Setelah beredarnya berita penembakan anggota TPNPB dan kepastian dari berita yang telah dipublish, ternyata tidak benar. Karena kami tidak pernah menyembunyikan pasukan kami yang jadi korban di lapangan. Jika ada yang korban, selalu kami umumkan demi menghargai mereka, baik yang meninggal tertembak peluru di medan perjuangan maupun meninggal karena sakit,” pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore