
Kapal Perang tiba di Laut Natuna dalam rangka latihan perang Koarmabar TNI AL menggelar latihan perang di laut Natuna, Kepri, sejak Selasa,(25/4) hingga akan berakhir Minggu (30/4) mendatang.
JawaPos.com - Intimidasi dan provokasi terhadap kapal perang Indonesia kembali terjadi. KRI Tjiptadi 381 yang tengah bertugas di bawah koordinasi Komando Armada I ditabrak kapal pengawas perikanan Vietnam di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.
Insiden itu terjadi Sabtu (27/4) pukul 14.45. Saat itu, KRI Tjiptadi sedang menghentikan kapal Vietnam bernomor BD 979 yang ketahuan menangkap ikan di perairan Indonesia. "KIA (kapal ikan asing, Red) Vietnam itu melakukan illegal fishing," tegas Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono kemarin. Namun, upaya tersebut dihalangi kapal pengawas perikanan Vietnam. Kapal itu tiba-tiba datang dan menabrak KRI Tjiptadi 381.
Pria yang biasa dipanggil Yudo itu menyebutkan, insiden tersebut terjadi di wilayah perairan Indonesia. "Pihak Vietnam juga mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan mereka," jelasnya. Kendati bersenjata lengkap, awak KRI Tjiptadi 381 tetap menahan diri. Mereka tidak ingin muncul ketegangan yang lebih buruk antar-kedua negara. "Insiden itu akan diselesaikan melalui government-to-government (G-to-G)," jelasnya.
Pejabat teras Komando Armada I dengan dua bintang di pundak itu menyampaikan, setelah insiden tersebut, KRI Tjiptadi 381 langsung memandu KIA Vietnam BD 979. Namun, kapal ikan ilegal itu tenggelam di tengah perjalanan. "Akibat provokasi kapal Vietnam yang menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi 381 dan menabrak lambung kiri buritan KIA BD 979," jelasnya.
Beruntung, tenggelamnya KIA Vietnam BD 979 tidak menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 12 awak KIA diselamatkan petugas. "Diamankan ke atas KRI Tjiptadi 381," imbuhnya. Dua awak KIA Vietnam BD 979 lainnya dibawa oleh kapal pengawas perikanan Vietnam.
Sebagai langkah lanjutan, 12 awak kapal KIA Vietnam BD 979 yang diamankan di KRI Tjiptadi 381 sudah dibawa ke Pangkalan TNI-AL Ranai. "Mereka akan menjalani proses hukum berikutnya," terang Yudo. KIA Vietnam memang termasuk yang paling sering ditangkap prajurit TNI-AL. Sebab, mereka kerap melanggar aturan perairan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
