
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan operasional bus listrik sebagai bagian dari upaya meminimalisir penggunaan BBM di jajaran Angkatan Laut. (Humas TNI AL)
JawaPos.com - Perang di Timur Tengah mengakibatkan suplai bahan bakar minyak (BBM) tersendat. Kondisi itu memaksa TNI menyesuaikan diri demi efisiensi bahan bakar. TNI AL yang sudah mulai menggunakan bahan bakar B35 kini mengupayakan agar kapal-kapal perang mereka bisa beroperasi dengan mengandalkan bahan bakar B50.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Markas Besar TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) pada Kamis (16/4). Ali menyampaikan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan pada kapal-kapal patroli yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
”Untuk patroli sementara ini kami masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35. Kemudian ke depan akan menggunakan bahan bakar B50, (untuk penggunaan) B50 itu tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya,” terang Ali.
Selain menyesuaikan penggunaan bahan bakar untuk kapal perang, TNI AL juga melakukan efisiensi dengan mengandalkan beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru. Diantaranya dengan menggunakan drone dan Kapal Selam Tanpa Awak atau KSOT. Menurut Ali, kedua alutsista tersebut sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan patroli.
”Kami akan mengedepankan juga penggunaan drone, drone itu sangat efektif dan sangat efisien karena dia juga bisa digerakkan dengan jarak yang cukup jauh untuk melaksanakan patroli dari udara maupun dari permukaan. Bahkan nanti ke depan seperti KSOT juga akan kami gunakan untuk di bawah air,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, untuk meminimalisir penggunaan BBM, Ali meluncurkan 20 bus listrik. Orang nomor satu di TNI AL itu menyampaikan bahwa pelan-pelan instansinya mulai beralih dari penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan bertenaga listrik.
”Hari ini, kami TNI Angkatan Laut mulai meresmikan penggunaan mobil listrik. Selain merupakan program pemerintah dalam rangka penghematan energi dan juga menjaga polusi udara, dengan penggunaan mobil listrik maka kita tidak akan ketergantungan lagi pada keterbatasan BBM,” kata Ali.
Sebagaimana telah diketahui oleh publik secara luas, Ali menyampaikan bahwa saat ini BBM menjadi barang langka yang sulit diperoleh. Penyebabnya tidak lain karena perang yang terjadi di Timur Tengah. Persisnya perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, Iran, dan negara-negara teluk lainnya. Karena itu, TNI AL memandang perlu kebijakan baru.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
