Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Oktober 2021 | 01.48 WIB

Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Waspadai DBD Jelang Musim Hujan

PENGASAPAN: Petugas melakukan fogging ke sekolah-sekolah untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk yang mengakibatkan penyakit demam berdarah. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

PENGASAPAN: Petugas melakukan fogging ke sekolah-sekolah untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk yang mengakibatkan penyakit demam berdarah. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Selain mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19, Pemkot Surabaya mewaspadai timbulnya penyakit lain di tengah pandemi. Yaitu, demam berdarah dengue (DBD). Penyakit itu selalu merebak ketika musim hujan tiba.

Kini alarm waspada DBD sudah dinyalakan pemkot. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah membuat surat edaran ke seluruh kecamatan dan kelurahan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah timbulnya DB. ’’Ini penting karena sebentar lagi musim hujan,’’ kata Eri Rabu (27/10).

Dalam surat edaran itu, Eri mengajak warga untuk melakukan langkah preventif secara serentak dan rutin melalui tindakan 3M plus. Yakni, menguras dan menutup bak mandi, tandon, gentong, dan tempat penampungan air lainnya. Minimal dua kali seminggu. Selanjutnya, membersihkan semua barang bekas yang bisa jadi tempat berkembang biak jentik.

Warga juga diminta aktif memasukkan serbuk abate (obat pembasmi jentik) dan ikan pemakan jentik ke bak mandi, gentong, dan tandon penyimpan air.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita menyampaikan, kampanye perilaku hidup bersih dan sehat harus dilakukan. Juga pemberantasan sarang nyamuk.

Menurut dia, serangan DBD paling tinggi selalu terjadi pada Januari hingga April. Dalam waktu itulah, kewaspadaan masyarakat harus benar-benar ditingkatkan. Pada periode Januari–April, DBD menjangkiti 102 warga.

Kini Dinkes Surabaya berupaya mencegah DBD dengan meningkatkan peran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Juga melalui kegiatan satu rumah satu jumantik. Yaitu, meningkatkan peran serta dan memberdayakan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga untuk pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk.

Kegiatan lain juga dilakukan, yakni promosi kesehatan. Selain itu, dinkes menyiapkan sarana pelayanan kesehatan. Misalnya, tenaga dan logistik dalam upaya pengendalian penyakit DBD. ’’Surat edaran wali kota juga dikeluarkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD pada musim hujan,’’ papar Feny, sapaan karib Febria Rachmanita. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore