
DI TENDA: Sejumlah pasien dirawat di ruang IGD tambahan di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/6). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
Photo
KEBUTUHAN VITAL: Pengisian tabung gas oksigen di Manggarai, Jakarta, kemarin (27/6). Permintaan tabung oksigen baru maupun pengisian tabung oksigen meningkat menyusul lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Sesuai pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tenaga kesehatan harus mendapatkan prioritas perawatan ketika terpapar Covid-19. Menurut Adib, organisasi profesi sudah mengoordinasikan. Namun, di lapangan belum semua memiliki prioritas tersebut. ”Ada perawatan yang meningkat, jadi kesulitan bagi fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Tim Mitigasi IDI dan lima organisasi profesi menyampaikan saran untuk penanganan pandemi yang lebih tegas. Mereka meminta agar pemerintah pusat memberlakukan PSBB ketat serentak, terutama di Pulau Jawa, dengan durasi minimal dua minggu. Lalu, implementasi serta penerapan PSBB harus dipastikan berjalan maksimal.
Rekomendasi lainnya, pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi untuk semua target populasi. Itu termasuk untuk anak-anak dan remaja serta tercapai sesuai target. ”Bila mungkin, vaksinasi lebih dari 2 juta per hari dan memperluas tempat pelayanan vaksinasi,” kata Adib.
Tes dan telusur, menurut Adib, harus dilakukan dengan masif. Dengan begitu, kasus dapat ditemukan sejak dini. Tracing dan testing itu juga termasuk untuk anak-anak dan remaja. ”Jumlah tracing per 1.000 orang per minggu sesuai dengan standar WHO dijadikan kinerja setiap kepala daerah,” ungkapnya.
Photo
LOCKDOWN MIKRO: Warga menorobos palang yang dipasang di Jalan Madrasah, Gandaria Selatan, Cilanda, Jakarta, Sabtu (26/6). (HENDRA EKA/JAWA POS)
Selanjutnya, masyarakat harus dipastikan memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Juga tidak bepergian jika tidak mendesak dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi SpP pada kesempatan yang sama mengatakan, di daerah zona merah, rumah sakit sudah overload. Artinya, ada beban peningkatan perawatan kasus Covid-19.
”Melihat data internasional, sampai saat ini belum ada satu negara pun yang berhasil menangani pandemi dengan bertumpu pada peningkatan layanan kesehatan,” ujarnya.
Seharusnya, kata dia, ada keseimbangan dengan menurunkan kasus pada masyarakat. Dia meminta ada upaya nyata. ”Kalau kolaps ini terjadi tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan, tapi juga pada ekonomi,” tuturnya.
Spesialis paru lainnya, dr Erlina Burhan SpP, menambahkan bahwa adanya keterpaparan tenaga kesehatan akan mengurangi kemampuan pelayanan di fasilitas kesehatan. Sebab, nakes harus menjalani isolasi atau perawatan. ”Sementara kita dituntut untuk melakukan pelayanan yang lebih banyak karena tempat tidur (untuk pasien Covid-19, Red) ditambah,” ujarnya.
Baca juga: WHO Sarankan RI Belajar dari India
Dia sependapat bahwa kondisi sekarang tidak sedang baik-baik saja. Bahkan, pemerintah menyatakan bahwa kondisi sekarang merupakan keadaan yang luar biasa. ”Maka, saya mengimbau, lakukan intervensi yang sifatnya extraordinary,” ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
