Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juni 2021 | 16.59 WIB

WHO Sarankan RI Belajar dari India

Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021). Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus melonjak sampai saat ini. Per Sabtu (26/6/2021) ini, kasus baru harian CO - Image

Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021). Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus melonjak sampai saat ini. Per Sabtu (26/6/2021) ini, kasus baru harian CO

JawaPos.com - Berdasar laporan per 14-20 Juni 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan adanya transmisi komunitas (CT) level 4 di Indonesiaa. Artinya, ada risiko infeksi Covid-19 yang sangat tinggi.

Berdasar panduan sementara WHO, CT level 4 berarti ada risiko infeksi Covid-19 yang sangat tinggi di publik dan sebagian besar kasus merupakan transmisi lokal yang terdeteksi dalam 14 hari terakhir. Sementara, CT level 3 berarti ada risiko tinggi Covid-19 pada populasi umum dan bahwa sejumlah besar didapat secara lokal yang terdeteksi dalam 14 hari terakhir.

Selain itu, WHO juga melihat ada peningkatan konfirmasi varian Delta yang harus menjadi perhatian pemerintah. Sementara, kapasitas sistem kesehatan di beberapa provinsi tingkat huniannya sudah lebih dari 90 persen. Oleh karenanya, Indonesia diminta segera melakukan tindakan terkait potensi lonjakan kasus ini terutama di provinsi yang disorot. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, dan Banten.

WHO pun menyarankan agar Indonesia bisa belajar dari India yang pernah mengalami kondisi serupa pada Februari lalu. Indonesia diminta untuk perkuat testing untuk mencegah penularan dan percepat vaksinasi, terutama bagi usia lanjut dan mereka yang memiliki komorbid.

Dikonfirmasi atas hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pihaknya sudah memverifikasi informasi tersebut. Menurutnya, pihak WHO menekankan tidak pernah membuat klasifikasi negara dengan predikat A1 dan kode lainnya.

Baca juga: Di Jawa, Hanya Jogja Yang Masih Bebas dari Varian Delta

Sementara, terkait aturan tentang travel ban penumpang asal negara tertentu biasanya dipraktikkan health quarantine atau kantor kesehatan pelabuhan atau pemerintah negara tujuan. Hal ini sudah merupakan praktik umum dalam International Health Regulations sejak 2005.

”Sama seperti kita yang saat ini tidak menerima WNA dari India, Pakistan, bahkan kemarin sempat juga dari Inggris,” paparnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore