
Photo
JawaPos.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi apresiasi atas laporan keuangan pemerintah daerah dan kemandirian fiskal daerah Provinsi Jawa Tengah. Kemandirian fiskal di Jawa Tengah disebut berada di atas rata-rata nasional. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah menyerahkan laporan keuangan daerah di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Senin (28/3). Dalam kesempatan itu, juga dilaksanakan arahan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel dalam mendorong kemandirian fiskal daerah.
"Kemandirian fiskal di Jateng sudah bagus, di atas rata-rata nasional. Ini masih bisa ditingkatkan karena potensinya masih sangat besar. Laporan keuangan pemerintah daerah juga bagus," kata anggota BPK Nyoman Adhi Suryadnyana.
Penilaian atas kemandirian fiskal daerah Provinsi Jawa Tengah yang sangat bagus, didasarkan pada tiga alasan. Pertama, penduduk Jawa Tengah saat ini didominasi oleh milenial, gen Z, dan post gen Z yang menuntut layanan sedigital mungkin.
Kedua, adanya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas investasi dan perdagangan ekspor-impor. Ketiga, ekosistem keuangan digital di Jawa Tengah sudah berkembang dengan banyaknya pemakaian QRIS dalam sistem pembayaran.
"Hanya perlu salah satunya menerapkan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Otomatis sumber-sumber ekonomi yang banyak ini sebagai sumber potensi. Kemudian kalau terelektronifikasi akan tercatat lebih baik, sekaligus juga untuk akuntabilitas dan juga transparansi pemerintah daerah di Jateng," terang Nyoman Adhi.
Photo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan selama ini Pemprov Jateng selalu mendapatkan peringkat WTP. Capaian yang sama juga sudah diikuti oleh seluruh daerah di Jawa Tengah. (Istimewa)
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan selama ini Pemprov Jateng selalu mendapatkan peringkat WTP. Capaian yang sama juga sudah diikuti oleh seluruh daerah di Jawa Tengah.
Ganjar pun sependapat dengan Nyoman Adhi terkait kemandirian fiskal daerah. Dia menyebut, Jateng telah melaksanakan sistem SPBE (sistem permintaan berbasis elektronik). “Kita sendiri di provinsi sudah ada GRMS, basisnya juga sudah elektronik. Tinggal bagaimana dalam pelaksanaan ada optimalisasi," ucap Ganjar.
Optimalisasi itu, lanjut dia, misalnya terkait potensi pendapatan yang saat ini sumber terbesarnya berasal dari pajak. Pengoptimalan pendapatan itu mulai teris digenjot dengan pemanfaatan aset daerah.
"Aset ini ada dua dan selalu ada catatan dari BPK. Satu, legalitas. Seringkali karena tidak banyak sertifikat yang dimiliki sehingga banyak penguasaan di tempat lain. Ini kita bereskan. Kedua, pemanfaatannya. Inilah yang menurut saya sekarang kreativitasnya tidak lagi sekadar disewakan. Ini musti investasi, kalau investasi kan harapannya menggelinding," jelas Ganjar.
Satu hal lagi yang dinilai penting dalam pengoptimalan pendapatan adalah pencegahan dan pemberantasan korupsi. Menurut Ganjar, kalau pencegahan korupsi berjalan dengan baik, maka potensi pendapatan itu akan berjalan dengan baik.
"Tapi di luar dari APBD, kita men-trigger dengan investasi untuk membangun ekonomi," tandas Ganjar. (bay/ria)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
