alexametrics

Jejak Perjalanan Imam Suroso Positif Covid-19 Sebelum Meninggal Dunia

28 Maret 2020, 17:00:13 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso, meninggal dunia akibat virus Korona jenis baru atau Covid-19. Politikus PDIP tersebut meninggal dunia pada Jumat (27/3) malam WIB. Lantas, seperti apa jejak perjalanan Imam Suroso terpapar virus Korona hingga mengembuskan napas terakhir.

Juru Bicara RS Mitra Bangsa Pati, Sugeng Ristianto mengatakan pada Jumat (20/3) sore‎, Imam beserta satu dokter dan dua staf marketing ke Pasar Puri Baru, Kabupaten Kudus, untuk melakukan edukasi terkait Covid-19 pada pengunjung pasar. Kemudian pada Sabtu (21/3), sekira pukul 10.00 WIB,‎ Imam Suroso mengalami demam dan nyeri tenggorokan. Dia minta diperiksa di rumah sekaligus rawat luka karena baru dilakukan tindakan bedah minor beberapa hari sebelumnya.

“Tim dari RS Mitra Bangsa terdiri dari satu dokter umum, satu perawat, dua cleaning service, dan satu driver berangkat ke rumah beliau dengan alat perlindungan diri (APD) lengkap,” sebut Sugeng.

“Karena kami di RS sudah curiga beliau masuk ODP dengan riwayat baru pulang dari Jakarta. Tim kami sekaligus mengambil sampel darah Pak Imam untuk diperiksa rutin di lab RS Mitra Bangsa. Sekaligus diberi obat oleh tim kami‎,” ujar Sugeng dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (28/3).

Selanjutnya, pada Sabtu (21/3) sore, ‎Sugeng menghubungi Imam meminta yang bersangkutan dan keluarganya melakukan isolasi diri untuk 14 hari ke depan. Demikian juga beberapa karyawan yayasan dan karyawan RS Mitra Bangsa yakni dua senior manager/kabid, satu manager, dan dua staf yang mengikuti Imam Suroso.

Selanjutnya pada Minggu (22/3), putri Imam Suroso, yakni Mega ‎melaporkan kondisi sang ayah yang mengalami batuk semakin hebat. Padahal saat itu Imam Suroso baru dipasangkan infus paracetamol.

Keluarga berkonsultasi dengan RS Mitra Bangsa untuk membawa Imam ke RS Karyadi Semarang. Namun tidak pakai ambulans dan tidak terinfus.

Selanjutnya pada Minggu (22/3) malam, Imam dibawa Ke RS Karyadi dan menjalani rawat inap. Kemudian Selasa (24/3) pagi, satu dokter umum, dan dua staf marketing yang menyertai Imam ke Pasar Puri mengalami demam. “Sehingga dirumahkan karena mulai demam dan nyeri tenggorokan serta batuk,” ungkapnya.

Pada Rabu (25/3) malam, ‎Sugeng mengatakan mendapat kabar bahwa Imam ada pneumonia dan sesak, dirawat di ruang isolasi Karyadi. “Pada Kamis (26/3) pagi terdengar kabar bahwa Imam dipersiapkan pakai ventilator karena saturarsi O2 sekitar 80-81 persen,” tutur Sugeng.

Hanya saja, ‎dalam perawatannya di RS Karyadi, Imam dinyatakan meninggal dunia akibat virus Korona. Imam Suroso meninggal dunia pada Jumat (27/3) malam sekira pukul 20.50 WIB. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena membenarkan bahwa koleganya tersebut meninggal akibat terpapar virus Korona. Imam saat ditangani di RS Karyadi Semarang statusnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP).

“Pak Imam masuk RS dengan kategori PDP beberapa hari lalu,” ujar Melki Laka Lena kepada wartawan, Jumat (27/3).

Imam Suroso lahir di Pati, Jawa Tengah, 10 Januari 1946. Putra ke enam dari delapan bersaudara dari pasangan Kaslan dan Asiyah. Sebelum menjadi anggota DPR, Imam mengawali karir sebagai anggota Polri, setelah menamatkan Sekolah Calon Bintara (Secaba) pada 1987 dan melanjutkan Sekolah Calon Perwira (Secapa) pada 2004.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads