
Ilustrasi test COVID-19. (AP)
JawaPos.com - Kasus COVID-19 dilaporkan kembali menunjukkan tren peningkatan di Amerika Serikat. Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa penyebaran virus kini kembali meluas di sebagian besar wilayah negara tersebut, menandai kenaikan pertama secara nasional sejak musim semi 2026.
Berdasarkan pemodelan epidemi CDC per 22 Juli, infeksi COVID-19 diperkirakan meningkat atau berpotensi meningkat di 37 negara bagian. Sementara itu, tidak ada satu pun negara bagian yang saat ini dikategorikan mengalami penurunan kasus atau tren penularan yang melemah.
Temuan tersebut berasal dari model Current Epidemic Trends milik CDC yang menggunakan angka reproduksi efektif atau Rt (effective reproduction number) untuk memperkirakan arah penyebaran virus. Jika nilai Rt berada di atas ambang batas tertentu, maka penularan dinilai sedang meningkat.
Baca Juga:Tiket Persebaya Surabaya vs Penang FC Sudah Dibuka! Presale Membership Persebaya Selamanya
Secara nasional, nilai Rt kini telah melampaui ambang batas pertumbuhan. Kondisi itu menjadi sinyal bahwa COVID-19 kembali menyebar lebih cepat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Meski demikian, CDC menegaskan bahwa hasil pemodelan ini bukan merupakan jumlah kasus riil, melainkan indikator yang digunakan untuk melihat apakah penularan cenderung meningkat, menurun, atau tetap stabil di suatu wilayah.
Dilansir dari Newsweek, dari keseluruhan negara bagian yang dianalisis, sebanyak 37 negara bagian masuk kategori "growing" atau "likely growing", sedangkan 11 negara bagian dinilai masih berada dalam kondisi penularan yang relatif stabil. Beberapa wilayah lainnya belum memiliki data yang cukup sehingga belum dapat diperkirakan tren penyebarannya.
CDC juga mengingatkan bahwa model pengawasan ini dirancang sebagai sistem peringatan dini untuk memantau perubahan pola penularan, sehingga hasilnya tidak boleh disamakan dengan data konfirmasi kasus harian.
Meningkatnya tren penularan ini menjadi perhatian otoritas kesehatan AS, terutama menjelang pergantian musim ketika aktivitas masyarakat di dalam ruangan umumnya mulai meningkat dan berpotensi mempercepat penyebaran virus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022